Di San Damiano La Verna Sanggau, Keheningan Menjadi Jalan Menuju Tuhan
| Di San Damiano La Verna, Sanggau biara itu terbuka sekaligus unik. Ist. |
Ada kalanya seseorang perlu menjauh dari riuhnya kehidupan. Justru untuk menemukan kembali dirinya sendiri.
Bukan untuk lari dari kenyataan. Melainkan untuk mendengar suara hati yang selama ini tenggelam oleh kebisingan dunia. Di Kompleks La Verna, Sanggau, Biara Kapusin San Damiano hadir sebagai ruang hening yang menawarkan pengalaman itu.
Biara yang jadi situs
Biara yang telah menjadi salah satu situs sejarah tersebut kini ditetapkan sebagai situs ziarah selama Tahun Yubileum Fransiskus. Penetapan ini bukan sekadar penanda sebuah tempat suci, melainkan sebuah undangan bagi siapa saja yang ingin melangkahkan kaki dalam perjalanan iman dan perjumpaan dengan Sang Pencipta.
Baca Postulat Laverna, Sanggau, Kalbar: Ketika Doa Menyatukan Banyak Hati pada Penutup Bulan Maria
Perjalanan menuju biara seakan menjadi bagian dari ziarah itu sendiri. Jalan yang mengantar perlahan meninggalkan hiruk-pikuk kota membawa setiap peziarah memasuki suasana yang berbeda. Di sana, angin berembus lembut di sela pepohonan yang rindang, udara terasa sejuk, dan keheningan hadir tanpa perlu dipaksa. Seolah alam ikut mengajarkan bahwa damai bukan sesuatu yang dicari jauh-jauh, tetapi sesuatu yang ditemukan ketika hati bersedia diam.
Kesan pertama yang menyapa adalah kebersihan lingkungan yang begitu terjaga. Setiap sudut kawasan tampak dirawat dengan penuh perhatian, menghadirkan kenyamanan bagi siapa saja yang datang. Hamparan hijau pepohonan yang mengelilingi biara bukan hanya mempercantik pemandangan, tetapi juga menjadi pelukan alam yang menenangkan jiwa.
Biara yang terbuka
Biara Kapusin San Damiano La Verna terbuka bagi masyarakat umum. Setiap orang dipersilakan datang dan berziarah, tanpa memandang latar belakang maupun asal usulnya. Tempat ini menjadi rumah doa yang menerima langkah-langkah yang datang membawa syukur, harapan, pergumulan, bahkan air mata.
Baca Pertapaan Karmel Ngadireso: Merawat Perjumpaan
| Berdoa kepada Tuhan dan dapat melalui perantaraan orang kudus. Ist. |
Namun, makna ziarah tidak berhenti pada perjalanan menuju sebuah lokasi. Di tempat ini, umat diajak untuk meneladani semangat iman Santo Fransiskus melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kasih diwujudkan dengan berbela rasa kepada mereka yang menderita, sementara kepedulian terhadap lingkungan menjadi bentuk syukur atas alam ciptaan yang telah dipercayakan Tuhan kepada manusia.
Hati yang mencari
San Damiano La Verna Sanggau bukan hanya menghadirkan ketenangan bagi mata yang memandang, tetapi juga kedamaian bagi hati yang mencari.
Dari keheningan yang menyelimuti kawasan biara, setiap peziarah diajak pulang dengan membawa semangat baru. Menjadi pribadi yang lebih peduli kepada sesama, lebih menghargai alam, dan lebih dekat dengan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.
Karena sesungguhnya, perjalanan ziarah yang paling bermakna bukanlah tentang seberapa jauh kaki melangkah, melainkan seberapa dalam hati mengalami perubahan.
Pewarta dan penulis: Rasti