Postulat Laverna, Sanggau, Kalbar: Ketika Doa Menyatukan Banyak Hati pada Penutup Bulan Maria
| Suasana tutup bulan Maria di Laverna, Sanggau. Ist. |
Sanggau EDUKATOLIK— Senja perlahan turun di Postulat Laverna, Minggu (31/5/2026). Di tempat yang teduh dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian itu, puluhan umat berkumpul dalam satu tujuan: mengakhiri Bulan Maria dengan doa Rosario bersama.
Tidak ada kemewahan yang dipertontonkan. Yang hadir justru kesederhanaan, keheningan, dan hati-hati yang datang membawa harapan.
Butiran Rosario yang mengalir tenang
Butiran Rosario berpindah dari jari ke jari, sementara doa-doa dipanjatkan dalam suasana yang tenang dan khusyuk.
Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Berbagai kalangan hadir, memenuhi area doa untuk bersama-sama menghaturkan penghormatan kepada Bunda Maria sekaligus mempererat persaudaraan dalam iman.
Menariknya, doa bersama ini juga dihadiri oleh anak-anak Asrama Desa Remaja. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri. Di tengah generasi yang hidup dalam arus teknologi dan perubahan zaman, mereka menunjukkan bahwa ruang spiritual tetap memiliki tempat yang penting dalam perjalanan hidup.
Rosario penutup Bulan Maria di Laverna
Rosario penutup Bulan Maria bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi momentum untuk berhenti sejenak dari kesibukan, menata kembali hati, dan menemukan makna kebersamaan dalam doa. Di Postulat Laverna, malam itu, doa menjadi bahasa yang mempersatukan banyak orang tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Barangkali, dunia tidak berubah hanya karena satu rangkaian doa. Namun, dari doa yang diucapkan bersama, selalu ada harapan bahwa hati manusia menjadi lebih damai, lebih peduli, dan lebih siap menghadapi hari-hari yang akan datang.
Itulah nilai yang diam-diam tumbuh dari setiap penutupan Bulan Maria: iman yang dirawat dalam kebersamaan dan harapan yang terus dihidupkan.
Penulis dan pewarta: Rasti