Senin Oktaf Paskah
Injil Matius 28:8–15 menghadirkan suasana yang lebih dekat, lebih manusiawi. Para perempuan yang diliputi duka justru menjadi saksi pertama kebangkitan. Ist.
Oleh Antonius Widada CP
Renungan Senin Oktaf Paskah tentang kebangkitan Yesus Kristus, kesaksian Santo Petrus, dan panggilan hidup dalam kebenaran, damai, serta iman yang diperbarui.
Sabda Allah hari ini mengantar kita masuk ke ruang kesaksian. Dari suara Santo Petrus. Hingga ke pengalaman para murid yang berjumpa langsung dengan Yesus Kristus yang bangkit.
Kesaksian yang meneguhkan
Dalam Kisah Para Rasul 2:14, 22–23, Santo Petrus berdiri bukan lagi sebagai murid yang goyah. Ia menjadi batu karang. Menjadi saksi yang teguh. Yesus Kristus adalah Mesias yang telah dinubuatkan, Sang Firman sejak awal, bersama Allah dan adalah Allah.
Baca Dabar, Firman Tuhan tentang Perjanjian
Sang Sabda masuk ke dalam sejarah manusia, lahir dari garis Daud. Ia menggenapi janji, dan kini bertahta di sebelah kanan Allah sebagai Raja Damai, sebuah pemerintahan yang tidak riuh oleh kuasa dunia, tetapi penuh otoritas ilahi.
Perjumpaan yang mengubah
Injil Matius 28:8–15 menghadirkan suasana yang lebih dekat, lebih manusiawi. Para perempuan yang diliputi duka justru menjadi saksi pertama kebangkitan.
Yesus Kristus menjumpai mereka di jalan, dalam keseharian yang sederhana. Sapaan-Nya, damai sejahtera, menjadi awal perubahan besar. Kubur kosong bukan tanda kehilangan, melainkan awal kehidupan baru. Dari sana lahir pengutusan, pergi dan wartakan kabar hidup.
Kontras kebenaran dan kebohongan
Perjumpaan itu menyalakan iman yang hampir padam, sekaligus menguatkan harapan yang sempat runtuh. Namun di sisi lain, tampak kontras yang tajam.
Baca Kitab Suci Katolik
Para pemimpin Yahudi memilih menutup kebenaran, merawat ketakutan, dan menyebarkan kebohongan. Ketika terang hadir di depan mata, manusia tetap dapat memilih gelap, sebuah ironi yang terus berulang dalam sejarah.
Makna bagi hidup kita
Apa artinya bagi kita hari ini? Hidup dekat dengan Allah menghadirkan damai yang tidak gaduh dan sukacita yang tidak bergantung pada keadaan.
Baca "Tradisi" Disebut 12 Kali dalam Alkitab dan Diminta untuk Diteruskan
Di tengah dunia yang dipenuhi berbagai suara. Kita diundang untuk memilih menjadi saksi kebenaran. Kbangkitan bukan sekadar peristiwa iman, melainkan panggilan hidup.