"Tradisi" Disebut 12 Kali dalam Alkitab dan Diminta untuk Diteruskan

Alkitab, Tradisi Suci, dan Magisterium: 3 pilar fondasi bagi kekokohan dan keutuhan iman Katolik
Alkitab, Tradisi Suci, dan Magisterium: 3 pilar fondasi bagi kekokohan dan keutuhan iman Katolik. Ist.

Oleh Sr. Felicia Tesalonika

Halo, teman-teman! Pernah nggak sih kamu dengar perdebatan ini: 

"Katolik kok pakai tradisi? Mana ayatnya di Alkitab ?" 

Tenang dulu! 

Yuk kita bahas pelan-pelan dengan bahasa sehari-hari, seperti ngobrol sambil ngopi. 

Di sini kita akan lihat apa kata Alkitab sendiri soal ini, dan kenapa Gereja Katolik bilang Tradisi, Kitab Suci, dan Magisterium itu seperti tiga sahabat yang saling dukung, bukan musuh.

"Tradisi" Disebut 12 Kali dalam Alkitab

Kamu mungkin kaget: Alkitab Katolik sendiri nyebut kata "tradisi" tepat 12 kali (di Terjemahan Baru LAI yang resmi dipakai umat Katolik Indonesia). 

Semuanya ada di Perjanjian Baru, nggak ada di Perjanjian Lama atau kitab Deuterokanonika. Ayat-ayatnya: 

  1. Matius 15:2,3,6; 
  2. Markus 7:3,5,8,9,13; 
  3. Galatia 1:14;
  4.  Kolose 2:8; 
  5. 1 Korintus 11:2; 
  6. dan yang paling sering dikutip, 2 Tesalonika 2:15.

Ayat itu bunyinya:

“Karena itu, saudara-saudara, berdirilah teguh dan peganglah tradisi-tradisi yang kamu terima dari kami, baik secara lisan maupun secara tertulis.”

Paulus bilang jelas: ajaran Kristen nggak cuma yang tertulis di Alkitab, tapi juga yang disampaikan lisan oleh para Rasul dan diteruskan ke kita. 

Jadi, Tradisi yang dimaksud Gereja bukan sembarang adat, melainkan Tradisi Apostolik, yakni ajaran asli dari Yesus yang hidup terus di Gereja.

Beda Tradisi Manusia vs Tradisi dari Tuhan

Di Matius 15 dan Markus 7, Yesus memang menegur tradisi yang salah. Orang Farisi lebih nurut aturan cuci tangan ribet daripada perintah Allah soal menghormati orang tua. Yesus bilang tegas: “Mengapa kamu melanggar perintah Allah demi tradisi kamu?”

Tapi perhatikan: Alkitab nggak menolak semua tradisi. Justru Alkitab membedakan:

  1. Tradisi manusia yang bisa menyesatkan (karena dari manusia).
  2. Tradisi ilahi yang harus dipegang (karena dari para Rasul, diilhami Roh Kudus).

Gereja Katolik pegang yang kedua: Tradisi yang sesuai Alkitab, melindungi Alkitab, dan membantu kita memahami Alkitab dengan benar.

Magisterium: Penjaga yang Hidup, Bukan Tambahan Baru

Banyak yang nanya: “Kenapa kata ‘Magisterium’ nggak ada di Alkitab?” Jawabannya gampang: istilah itu muncul belakangan, seperti “Trinitas” atau “inkarnasi” juga nggak tertulis harfiah, tapi ajarannya jelas ada.

Jikalau ada yang bilang “Katolik terlalu tradisional”, jawab aja dengan senyum: “Iya, karena Alkitab sendiri yang suruh kita pegang tradisi yang benar!”

Magisterium artinya wewenang mengajar Gereja yang hidup — Paus dan uskup bersama-sama. Ini seperti “guru besar” yang jagain supaya ajaran Yesus nggak dipelintir. Yesus sendiri kasih wewenang ini:

Ke Petrus: “Kepadamu Kuberikan kunci Kerajaan Surga” (Mat 16:19).

Ke para Rasul: “Pergilah… ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat 28:19-20).

Jadi, Magisterium bukan bos, tapi pelayan setia yang bantu kita baca dan hidupkan Sabda Allah dengan tepat.

Tiga Pilar yang Saling Lengkapi: Kitab Suci + Tradisi + Magisterium

Konsili Vatikan II dalam dokumen Dei Verbum bilang dengan indah: Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium itu satu kesatuan yang tak terpisahkan. Yang satu nggak bisa ada tanpa yang lain, seperti tiga sisi segitiga yang saling dukung.

  1. Kitab Suci: Sabda Allah yang tertulis.
  2. Tradisi Suci: Sabda Allah yang hidup di hati Gereja, diwariskan lisan sejak zaman Rasul.
  3. Magisterium: Penjaga dan penjelas supaya tafsir kita nggak melenceng.

Tanpa Tradisi dan Magisterium, Alkitab bisa ditafsir macam-macam (seperti yang terjadi di banyak denominasi). Dengan ketiganya, iman kita tetap satu, utuh, dan aman sepanjang zaman.

Intinya, Gereja Katolik nggak nambah-nambah di luar Alkitab. Justru Alkitab yang bilang “pegang tradisi yang dari kami” (2 Tes 2:15). 

Tradisi itu seperti bingkai emas yang melindungi lukisan indah Alkitab. Di Misa, Rosario, Sakramen;  semuanya akarnya dari ajaran Rasul yang hidup dalam Tradisi. 

Bahkan Santo Yohanes bilang: “Masih banyak hal lain yang diperbuat Yesus… dunia ini tidak muat kalau ditulis semuanya” (Yoh 21:25). Banyak ajaran Yesus yang nggak tertulis, tapi diwariskan lewat Tradisi!

Jadi, kalau ada yang bilang “Katolik terlalu tradisional”, jawab aja dengan senyum: “Iya, karena Alkitab sendiri yang suruh kita pegang tradisi yang benar!”

Semoga penjelasan ringan ini bikin hati lebih tenang dan iman lebih dalam. Yuk, buka Alkitab bareng, baca 2 Tesalonika 2:15. Tuhan Yesus memberkati kita semua! 

Sumber dan Referensi

  1. Alkitab Suci Terjemahan Baru dengan Deuterokanonika, edisi revisi (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia & Lembaga Biblika Indonesia, 2023).
  2. Dei Verbum: Sabda Allah (Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi), Seri Dokumen Gerejawi No. 8, diterjemahkan oleh R.P. R. Hardawiryana, SJ, cetakan ketujuh (Jakarta: Dokpen KWI, Januari 2020).
  3. Katekismus Gereja Katolik, edisi resmi Indonesia (Jakarta: Obor / Kanisius / Provinsi Gerejawi Ende, 1995; cetak ulang terbaru).
  4. Alkitab Sabda Online (alkitab.sabda.org) untuk pencarian kata dan konteks ayat.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org