54 Kali “Maria” Disebut dalam Kitab Suci, Kita Wajib Menghormatinya daripada Konsep yang 0 Kali Disebut
Maria, teotokos. Siapakah di antara kita yang tidak menghormati dan menyayangi ibu? Yesus sendiri menghormati ibunya dengan nyata. Istimewa.
Oleh Hyacinta Adonara, S.Pd.
Nama “Maria” muncul tepat 54 kali dalam Perjanjian Baru menurut teks Yunani asli.
Hitungan ini konsisten di banyak sumber Alkitab standar, termasuk yang sering dipakai umat Kristen. Maria ibu Yesus sendiri yang paling sering disebut di antara semua yang bernama Maria.
Sementara itu, konsep-konsep seperti “Sola Scriptura” sama sekali tidak muncul satu kali pun di seluruh Kitab Suci.
Ini bukan soal debat panas. Melainkan ajakan sederhana: mari kita kembali ke apa yang Alkitab sendiri tekankan.
Kita wajib menghormati Maria lebih dari doktrin yang tidak pernah disebutkan. Berikut pembahasannya dengan gaya yang lebih santai dan langsung dari hati.
Benarkah Nama Maria Disebut 54 Kali?
Kita cek langsung dari teks asli. Dalam Perjanjian Baru, nama Maria (dalam bentuk Yunani Μαρία, Μαριὰμ, dan variasinya) tercatat 54 kali di 49 ayat berbeda.
Angka ini bukan karangan saya, melainkan hasil konkordansi yang bisa dicek di Alkitab SABDA atau kamus Strong. Beberapa sumber menyebut variasi hingga 61 kali kalau menghitung semua bentuk gramatikal, tapi hitungan standar yang paling umum dipakai dalam diskusi iman adalah 54 kali.
Mengapa ini penting? Karena di zaman Yesus, nama Maria atau Miriam adalah nama perempuan yang sangat populer di kalangan Yahudi. Tapi Tuhan tidak asal pilih. Setiap kali nama itu muncul, ada cerita besar di baliknya: mulai dari kelahiran Yesus, pelayanan-Nya, sampai ke salib dan kebangkitan. Maria ibu Yesus disebut paling sering, sekitar 19 sampai 20 kali hanya untuk dirinya saja. Ini menunjukkan bahwa Kitab Suci memberikan tempat yang istimewa baginya.
Siapakah di antara kita yang tidak menghormati dan menyayangi ibu? Yesus sendiri menghormati ibunya dengan nyata. Di Kana Dia menjawab permintaan Maria, ibu-Nya. Di salib Dia memastikan ibunya tidak sendirian.
Mari bandingkan dengan tokoh lain. Petrus disebut ratusan kali, Paulus juga banyak, tapi di antara perempuan, Maria jelas mendominasi. Kalau kita benar-benar mengaku setia pada Alkitab, kita harus memperhatikan apa yang Alkitab ulangi berkali-kali. Maria disebut 54 kali. Itu fakta mentah yang sulit dibantah. Bukan untuk dibesar-besarkan secara berlebihan, tapi untuk direnungkan dengan hati yang terbuka.
Siapa Maria Menurut Kitab Suci? Ibu yang Penuh Rahmat dan Teladan Iman
Maria bukan ibu biasa. Dalam Lukas 1:28, malaikat Gabriel menyapanya dengan kata yang luar biasa: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau!” Kata “dikaruniai” dalam bahasa Yunani asli berarti dia sudah penuh dengan rahmat ilahi. Bukan sekadar orang baik, tapi orang yang benar-benar diberkati Tuhan.
Lihat responsnya. Maria menjawab dengan rendah hati: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu” (Lukas 1:38). Itu iman yang murni. Dia tidak banyak bicara, tapi tindakannya penuh ketaatan. Di pernikahan Kana (Yohanes 2), Maria melihat kehabisan anggur dan langsung bilang kepada pelayan: “Apa yang dikatakan-Nya, buatlah itu!” Yesus mendengarkan permintaannya, meski Dia bilang waktunya belum tiba. Itu menunjukkan hubungan istimewa antara ibu dan Anak.
Di kaki salib, Yesus melihat ibunya dan berkata kepada Yohanes: “Inilah ibumu!” (Yohanes 19:27). Bukan cuma ucapan perpisahan, tapi penyerahan tanggung jawab rohani. Maria juga ada bersama para rasul di ruang atas saat menantikan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:14). Dia bukan tokoh sampingan. Dia bagian penting dari keluarga Allah di bumi.
Ada beberapa Maria lain dalam Alkitab, seperti Maria Magdalena yang pertama melihat Yesus bangkit, Maria saudari Lazarus, dan Maria istri Klopas. Semua nama itu muncul berulang-ulang, seolah Tuhan ingin kita ingat bahwa “Maria” adalah nama yang diberkati.
Tapi Maria ibu Yesus tetap yang paling istimewa. Dia menyimpan segala peristiwa dalam hatinya (Lukas 2:19, 51). Itu ibu yang penuh kasih dan iman.
Bagaimana Kitab Suci Mengajarkan Kita Menghormati Maria
Kitab Suci tidak hanya menyebut nama Maria 54 kali, tapi juga memberi contoh bagaimana kita seharusnya menghormatinya. Elisabet, yang dipenuhi Roh Kudus, berseru:
“Engkau paling diberkati di antara semua perempuan, dan anak yang kau kandung pun diberkati!” (Lukas 1:42).
Lalu Elisabet menambahkan bahwa semua keturunan akan menyebut Maria berbahagia (Lukas 1:48). Itu bukan sekadar pujian sementara, tapi nubuat yang berlaku sampai sekarang.
Siapakah di antara kita yang tidak menghormati dan menyayangi ibu?
Yesus sendiri menghormati ibunya dengan nyata. Di Kana Dia menjawab permintaan Maria, ibu-Nya. Di salib Dia memastikan ibunya tidak sendirian.
Paulus dalam Galatia 4:4 menyebut Yesus “lahir dari seorang perempuan” dengan nada hormat. Bahkan Wahyu 12 sering dilihat sebagai gambaran simbolis tentang perempuan yang melahirkan Mesias, yang banyak orang hubungkan dengan Maria.
Penghormatan ini berbeda dengan penyembahan. Alkitab jelas: kita hanya menyembah Allah. Tapi menghormati orang kudus adalah bagian dari iman Kristen sejak awal (lihat Ibrani 12:1 tentang awan saksi). Maria adalah saksi terdekat dengan Yesus.
Kalau kita menghormati rasul-rasul yang disebut berkali-kali, mengapa ragu menghormati ibu Yesus yang juga disebut 54 kali? Hormat kepada orang tua pun sudah diperintahkan sejak Perjanjian Lama (Keluaran 20:12), dan Yesus sendiri menaatinya.
Konsep yang 0 Kali Disebut: Sola Scriptura dan Doktrin-Doktrin Manusia
Sekarang mari kita bandingkan dengan jujur. Kata “Sola Scriptura” atau “hanya Kitab Suci” tidak muncul satu kali pun di seluruh Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Baru. Begitu juga istilah “Trinity” dalam bentuk kata Latin itu tidak ada secara eksplisit. Bahkan konsep kanon Alkitab 66 kitab pun tidak disebutkan.
Padahal Alkitab sendiri mengajarkan kita untuk berpegang pada ajaran yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan (2 Tesalonika 2:15). Gereja mula-mula menghormati Maria sebagai Bunda Allah (Theotokos) berdasarkan Kitab Suci sejak abad pertama. Baru ratusan tahun kemudian muncul doktrin-doktrin yang menolak penghormatan itu.
Ini ironis sekali. Ada yang menolak menghormati Maria dengan alasan “tidak ada dalam Kitab Suci”, padahal nama Maria disebut 54 kali, sementara dasar penolakan mereka (Sola Scriptura) disebut 0 kali. Ini sama seperti menggunakan aturan yang tidak ada untuk menolak apa yang ada. Kita wajib lebih setia pada apa yang Alkitab tekankan berulang-ulang daripada konsep yang dibuat manusia di abad ke-16.
Mari Kita Hormati Maria sebagai Bagian dari Iman Kita
Saudara-saudari yang saya kasihi, setelah merenungkan semua ini, pesannya sederhana. Kita wajib menghormati Maria karena Kitab Suci sendiri yang memberi contoh. Bukan karena tradisi semata, tapi karena Alkitab yang kita pegang. Setiap kali kita menyebut namanya, kita mengulangi apa yang Alkitab ulangi 54 kali. Setiap kali kita meminta doanya seperti di Kana, kita mengikuti teladan yang Yesus sendiri dengarkan.
Coba lakukan ini: bacalah Lukas pasal 1 setiap hari. Renungkan Yohanes 19:27. Ajak keluarga menghormati Bunda Maria sebagai ibu rohani kita semua. Jangan takut dituduh berlebihan. Maria sendiri berkata: “Jiwaku memuliakan Tuhan” (Lukas 1:46). Penghormatan kita justru membuat Tuhan semakin dimuliakan.
Ini bukan soal menang debat, tapi soal kesetiaan kepada Firman Allah yang hidup.
54 kali disebut dalam Kitab Suci secara eksplisit versus 0 kali. Pilih yang Alkitab tekankan dengan jelas. Hormati Maria, Bunda kita yang penuh rahmat. Dengan begitu, kita semakin dekat dengan Yesus yang lahir darinya, yang mati dan bangkit untuk kita semua.
Daftar Pustaka
1. Alkitab Terjemahan Baru (TB). SABDA.org. Lukas 1:28, 1:38, 2:19, Yohanes 2:1-11, 19:25-27, Kisah Para Rasul 1:14, dan ayat-ayat terkait lainnya.
2. Wikipedia Bahasa Indonesia. Daftar tokoh Perjanjian Baru yang bernama Maria.
3. JesusAlive.cc. How many Mary’s are in the Bible? (Konfirmasi hitungan 54 kali).
4. Wikipedia English. New Testament people named Mary (hitungan 54 kali dalam teks Yunani).
5. GotQuestions.org Indonesia. Apa kata Alkitab mengenai Bunda Maria?
6. SarapanPagi Biblika Ministry. MARIA.