PURGATORIUM, Membedah Logika Protestantisme

 

PURGATORIUM, Membedah Logika Protestantisme
Katolik punya Kitab Suci, komplet dan ada dasar alkitabiahnya. Juga ada tradisi dan Magisterium serta teologi yang utuh-menyeluruh. Istimewa.
Oleh Jack Dambe

Teman-teman Katolik yang terkasih. Tulisan saya ini membedah narasi dari saudara kita, Pendeta John Lodowik David yang menjelaskan posisi penolakannya terhadap purgatorium di dalam Gereja Katolik. Katolik punya lebih lengkap Kitab, komplet, dan ada dasar alkitabiahnya.

Asumsi Lodowik ini mewakili teologi yang baru muncul di abad ke-16 (Reformasi). Tujuan saya membedah ini bukan untuk mengajak berantem, tapi sebagai Katekese. Supaya orang Katolik paham bahwa ajaran Purgatorium (Api Penyucian) itu bukan "dongeng karangan imam", melainkan konsekuensi logis dari Kekudusan Allah dan Keadilan-Nya. Perlu kita ketahui bersama bahwa fondasi kekatolikan itu tidak berdiri di atas ayat cocoklogi kitab suci yang dipotong-potong sebagaimana yang tampak dalam logika pendeta Lodowik yang mewakili pandangan denominasi Protestan  yang bermula di abad keenambelas. 

Mari kita bedah satu per satu argumen Bro Lodowik ini yang menolak purgatorium

POIN 1: MASALAH "SATU KORBAN SUDAH CUKUP"

Kata Bro Lodowik: "Yesus sudah berkorban sekali untuk selamanya (Ibrani 10:14). Kalau masih perlu disucikan lewat api Purgatorium, berarti Salib Yesus belum cukup! Itu penambahan!"

Jawab (The Catholic Slap): Bro Lodowik ini pakai jurus Strawman (menyerang bayangan sendiri).

1. Analogi Mandi: Bro Lodowik, sabun (Darah Yesus) itu memang kuasanya dahsyat dan sempurna untuk membersihkan kuman. Tapi, kalau kamu mandinya nggak bersih, masih ada daki di leher, apakah itu salah sabunnya? Enggak, kan? Purgatorium itu bukan "nambahin sabun baru". Purgatorium itu proses menggosok daki terakhir pakai sabun yang sama (Darah Yesus) supaya kamu masuk Surga nggak bawa bau keringat!

2. Logika Kitab Suci: Kalau Salib Yesus otomatis bikin kamu "cling" sempurna tanpa proses, kenapa Rasul Paulus masih bilang: "Aku menderita untuk melengkapi apa yang kurang pada penderitaan Kristus" (Kolose 1:24)? Apakah Paulus kurang ajar sama Yesus? Bukan! Maksudnya, penerapan keselamatan itu butuh partisipasi kita. Purgatorium adalah penerapan finalnya.

POIN 2: MASALAH STATUS "KUDUS TAPI BOHONG"

Kata Bro Lodowik: "Orang percaya itu SUDAH kudus secara status (posisi), walaupun kelakuannya masih berdosa. Tuhan melihat statusnya, bukan dosanya."

Jawab (The Reality Check): Teori ini ibarat kamu pakai baju pengantin putih bersih, tapi badannya belum mandi seminggu.

1. Allah Tidak Bisa Dibohongi: Bro, dalam teologi Katolik, Allah itu Maha Benar. Kalau Allah bilang kamu "Kudus", Dia benar-benar membuat jiwamu kudus (Infused Righteousness), bukan cuma kasih "label" kudus tapi isinya bobrok (Imputed Righteousness).

2. Syarat Masuk Surga: Alkitab bilang: "Tidak akan masuk ke dalamnya (Surga) sesuatu yang najis" (Wahyu 21:27). Bayangkan kamu mati saat masih punya rasa iri hati dikit sama tetangga atau suka ngomel. Itu dosa nggak? Dosa. Najis nggak? Najis. Bisa masuk Surga? Nggak bisa (karena ada najis). Masuk Neraka? Jangan dong (kan sudah percaya Yesus). Terus ke mana? Ya harus dicuci dulu dong jiwanya sampai kinclong! Itulah Purgatorium. Menolak Purgatorium sama saja memaksa Tuhan memasukkan "sampah karakter" ke dalam Surga.

POIN 3: MASALAH "HALTE" & KESEMPATAN KETIGA

Kata Bro Lodowik: "Nggak ada itu halte Purgatorium. Manusia mati, lalu dihakimi. Titik. Nggak ada kesempatan ketiga!"

Jawab (Luruskan Logika): Bro Lodowik sepertinya kurang teliti baca peta teologi.

1. Bukan Kesempatan Ketiga: Siapa bilang Purgatorium itu kesempatan buat orang jahat bertobat? Salah besar! Purgatorium itu HANYA buat orang yang sudah lulus ujian (selamat/masuk Surga), tapi bajunya masih kotor. Ini bukan ujian ulang, ini "Ruang Ganti" sebelum pesta.

2. Ayat yang Terlewat: Coba Bro Lodowik buka 1 Korintus 3:15. Di situ tertulis ada orang yang pekerjaannya terbakar, dia rugi, TAPI "dia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api."

o Diselamatkan? Ya (berarti bukan Neraka).

o Kena api dan rugi? Ya (berarti bukan Surga yang enak-enak).

o Lalu di mana tuh tempatnya? Selamat tapi gosong dikit? Nah, itu dia Purgatorium!

POIN 4: MASALAH PENJAHAT DI KAYU SALIB

Kata Bro Lodowik: "Tuh liat penjahat di sebelah Yesus. Langsung ke Firdaus hari itu juga! Nggak mampir Purgatorium dulu. Yesus nggak bilang 'disucikan dulu beberapa abad'."

Jawab (The Context Hammer): Aduh, Bro Lodowik mau nyamain kita sama penjahat itu?

1. Dia Sudah Bayar Tunai: Bro, penjahat itu kakinya dipatahkan, digantung berjam-jam, napas sesak, darah bercucuran, dan di detik terakhir dia bertobat total dengan rendah hati. Penderitaan dia di kayu salib itu SUDAH menjadi Purgatorium-nya di dunia! Dia sudah lunas "disucikan" lewat penderitaan fisik yang ngeri itu.

2. Tawaran: Kalau Bro Lodowik mau langsung ke Surga tanpa Purgatorium (indulgensi penuh) kayak penjahat itu, silakan minta dimatrtirkan atau menderita hebat sambil memuji Tuhan sebelum mati. Kalau matinya nyaman di kasur empuk tapi masih bawa dosa-dosa kecil, ya jangan minta jalur VIP dong. Ada prosesnya!

POIN 5: MASALAH "PEMBAYARAN" DOSA

Kata Bro Lodowik: "Kalau harus 'dibayar' di Purgatorium, berarti darah Yesus nggak cukup! Keselamatan bukan anugerah penuh!"

Jawab (Bedanya Salah vs Konsekuensi): Ini nih penyakit teologi yang nggak bisa bedain Maaf dan Ganti Rugi.

1. Contoh Anak Mecahin Kaca: Kamu mecahin kaca tetangga. Kamu nangis minta maaf. Tetangga bilang: "Oke, saya maafkan, saya nggak lapor polisi (bebas dari Neraka)." Tapi tetangga bilang lagi: "Tapi kamu tetap sapu pecahannya dan ganti kacanya ya, biar adil." (Konsekuensi Dosa/Temporal Punishment). Apakah tetangga itu jahat? Enggak, dia adil. Purgatorium itu membereskan "pecahan kaca" akibat dosa kita. Darah Yesus yang memampukan kita buat bayar itu.

2. Matius 12:32: Yesus bilang ada dosa yang tidak diampuni di dunia ini maupun di dunia yang akan datang. Berarti secara logika, ADA dosa yang bisa dibereskan di dunia yang akan datang. Kalau cuma ada Surga (tanpa dosa) dan Neraka (tanpa ampun), ayat ini jadi nggak masuk akal. Konsekuensinya ada tempat lain, ya itulah purgatorium. 

KESIMPULAN: KENAPA PENDETA JOHN LODOWIK DAVID SALAH PAHAM?

Kata Bro Lodowik: "Purgatorium itu tak ada di Kitab Suci, tidak diajarkan Yesus, merendahkan salib."

Jawaban Final: Bro Lodowik, Purgatorium itu tidak ada di Alkitabmu karena Martin Luther yang menyobek halamannya (Kitab 2 Makabe) di abad 16. Di 2 Makabe 12:43-46 jelas tertulis orang Yahudi mendoakan arwah supaya dosanya dihapus.

Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan Purgatorium sebagai "hukuman dendam" Allah.

Purgatorium adalah Api Kasih Allah. Karena kita saking cintanya sama Tuhan, kita sadar diri: "Tuhan, aku nggak pantas meluk Kamu dengan baju kotor ini. Sucikan aku, bakar egoku, biar aku layak memandang wajah-Mu."

Jadi Bro Lodowik, menolak Purgatorium itu sama dengan bilang: "Tuhan, terima aku apa adanya, aku males bersih-bersih!" Itu bukan iman, itu manja.

Katekese untuk orang Katolik: 

"Surga adalah kekudusan mutlak, di mana tak ada ruang bagi noda sekecil apa pun. Purgatorium bukan hukuman, melainkan 'ruang ganti pengantin' tempat Kasih Allah membakar habis sisa-sisa kedaginganmu. Menolak Purgatorium berarti memaksa Allah menerima sampah egoisme masuk ke rumah-Nya. Sadarilah, Darah Kristus tidak hanya melunasi utang dosa, tetapi juga memurnikan karaktermu secara total. Purgatorium adalah jaminan bahwa kamu akan memandang Wajah-Nya dengan jiwa yang benar-benar kinclong!"

God bless you


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org