Suster Pasionis dan Wajah Gereja yang Melayani

Komunitas Suster Pasionis di Pontianak.
Komunitas Suster Pasionis di Pontianak: melayani dengan sungguh. Ist.

Gereja Katolik di Pontianak menunjukkan kekayaan pelayanan melalui berbagai karya pastoral dan sosial

Selain pelayanan karitatif, Gereja juga ditopang oleh kehadiran lembaga hidup bakti. Para religius hadir sebagai pelayan umat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Salah satu kongregasi yang aktif berkarya di Pontianak adalah Kongregasi Pasionis. Baik imam maupun suster Pasionis terlibat langsung dalam kehidupan Gereja lokal dan masyarakat. Kehadiran para suster dalam lembaga hidup bakti memperkuat peran Gereja sebagai institusi yang melayani secara konkret.

“Religius menjadi bagian penting dalam pelayanan Gereja di daerah ini, terutama dalam menjangkau kebutuhan umat,” ujar seorang pengurus lingkungan di Pontianak.

Setengah Abad Lebih Karya Suster Passionis di Kalimantan Barat

Suster-suster Pasionis telah berkarya di Kalimantan Barat selama lebih dari lima puluh tahun. Pusat komunitas mereka berada di Malang, namun awalnya di Sekadau. Dari bumi Lawang Kuwari ini, mereka melanglang buwana.

Karya mereka juga sampai di Flores. Para suster Pasionis juga berkarya di Pontianak. Selama puluhan tahun, para suster terlibat dalam bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, serta pengelolaan panti asuhan.

Di Pontianak, karya pendidikan dan sosial menjadi fokus utama. Melalui lembaga dan pelayanan yang dijalankan, Suster Pasionis hadir mendampingi anak-anak, keluarga, dan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami berusaha melayani sesuai kebutuhan yang ada, terutama mereka yang kecil dan lemah,” kata Sr. Tanto Yosefa, seorang Suster Pasionis.

Live In Awam: Mengalami Kehidupan Religius dari Dekat

Kegiatan live in bersama komunitas religius menjadi salah satu cara umat awam mengenal kehidupan hidup bakti secara langsung. Di Pontianak, peserta live in mengikuti Misa pagi di Gereja Santo Agustinus, kemudian bergabung dalam doa bersama komunitas Suster Passionis di kapel.

Selain doa, para peserta juga mengikuti ritme hidup harian para suster. Pengalaman ini memberi gambaran nyata tentang kehidupan religius yang dihidupi dalam kesederhanaan dan keteraturan.

“Dengan tinggal bersama, kami bisa melihat langsung bagaimana para suster menjalani hidup dan pelayanan sehari-hari,” ungkap M.F. Rosnani, peserta live in.

Kesederhanaan dan Kebersamaan dalam Hidup Sehari-hari

Makan pagi bersama menjadi bagian dari pengalaman live in yang berkesan. Dalam suasana sederhana, kebersamaan terbangun tanpa sekat. Percakapan ringan dan suasana akrab mewarnai kebersamaan tersebut.

Bagi peserta live in, pengalaman ini memberi pemahaman baru tentang Gereja sebagai persekutuan. Kesederhanaan hidup para suster dan kebersamaan yang terbangun mencerminkan nilai-nilai dasar kehidupan Kristiani.

Kehadiran Suster Pasionis di Pontianak terus menjadi bagian penting dalam pelayanan Gereja dan masyarakat. Sekaligus menjadi saksi hidup bakti yang setia dan relevan hingga hari ini.

Jika keluarga atau pasutri ingin merasakan live in dengan komunitas suster Pasionis di Pontianak, dapat menghubungi Sr. Edith Yuli, CP. 

Pewarta: Rangkaya Bada

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org