Janji Penebusan dari Eden Hingga Kristus: Maria sebagai Ko-Salvator karena mengandung Krstus/Teotokos
| Janji Penebusan dari Eden hingga Kristus. Maria - Ko-kreator, Tabut Perjanjian baru, karena mengandung Yesus. Kristosentris adalah konteks Maria ada dan berada. ist. |
Keselamatan manusia adalah tema sentral dalam iman Katolik. Janji Allah untuk menebus manusia yang jatuh ke dalam dosa bukan hanya sekadar cerita kuno, tetapi alur yang hidup hingga hari ini.
Dalam pandangan Katolik, janji ini dimulai sejak manusia pertama jatuh di Taman Eden, diwarnai nubuat-nubuat sepanjang sejarah Israel, mencapai puncaknya dalam karya Kristus, dan dihidupkan oleh peran Maria sebagai Ko-Salvator.
Janji Pertama: Protoevangelium di Taman Eden
Segala sesuatu dimulai di Taman Eden, ketika manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh ke dalam dosa dengan memakan buah terlarang. Kejatuhan ini bukan hanya kesalahan pertama manusia, tetapi juga momen penting yang membuka sejarah penebusan.
Allah tidak meninggalkan manusia dalam keputusasaan, tetapi segera memberikan janji penebusan pertama yang disebut Protoevangelium – Injil pertama.
Dalam Kejadian 3:15, Allah berfirman kepada ular:
"Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Ayat ini menandai awal dari rencana keselamatan Allah. Dengan kata lain, sejak awal manusia jatuh, Allah telah menjanjikan seorang Penebus yang akan mengalahkan dosa dan kuasa iblis. Penebus itu kelak dikenal sebagai Yesus Kristus.
Dalam konteks ini, Maria pun mulai hadir dalam rencana Allah, meskipun secara waktu baru muncul ribuan tahun kemudian. Maria, yang lahir tanpa noda dosa (Immaculate Conception), dipilih menjadi sarana lahirnya Kristus.
Persetujuannya melalui kata “Fiat” : “Jadilah padaku menurut perkataan-Mu” (Lukas 1:38) –yang menunjukkan bahwa Maria bersatu dengan misi penebusan Allah dari awal, menjadikannya Ko-Salvator, yang turut serta dalam karya keselamatan tanpa menggantikan Kristus.
Janji Penebusan Melalui Sejarah Israel
Setelah janji awal di Eden, Allah melanjutkan rencana penebusan melalui sejarah umat Israel. Salah satu momen penting adalah perjanjian dengan Abraham. Dalam Kejadian 12:3, Allah berjanji:
"Semua bangsa akan diberkati melalui keturunanmu."
Janji ini mengarahkan umat manusia pada Kristus sebagai penebus yang akan datang dari keturunan Abraham. Seiring waktu, Allah memperkuat janji ini melalui para nabi dan hukum Taurat. Korban-korban, peraturan, dan nubuat-nubuat Mesianik semuanya mengarah pada satu titik: kedatangan Penebus dunia.
Beberapa tokoh dan peristiwa kunci menegaskan janji ini:
Nabi-nabi besar, seperti Yesaya dan Mikha, memberikan nubuat tentang Mesias yang akan membawa keselamatan bagi seluruh bangsa.
Hukum Taurat mengajarkan umat tentang dosa, korban, dan perlunya pertobatan. Korban hewan menjadi simbol janji penebusan yang akan selesai dalam Kristus.
Di sinilah kita mulai melihat benang merah peran Maria. Sebagai Ko-Salvator, Maria adalah penerus janji Allah dalam sejarah manusia.
Melalui ketaatan dan kesetiaannya, ia menjadi perantara bagi kelahiran Kristus, yang merupakan janji Allah dari Eden hingga Abraham dan nabi-nabi. Maria tidak menggantikan Kristus, tetapi ia adalah “mitra” dalam karya penebusan, yang kesetiaannya membuka jalan bagi dunia untuk menerima keselamatan.
Kristus: Puncak Janji Penebusan
Semua janji Allah mencapai penggenapannya dalam Yesus Kristus. Dari kelahiran hingga kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus adalah pusat sejarah penebusan. Karya-Nya menyelesaikan janji yang Allah sampaikan sejak awal manusia jatuh di Eden.
Kelahiran Kristus
Kristus lahir dari Maria di kota kecil Betlehem. Kelahiran-Nya bukan hanya peristiwa historis, tetapi penggenapan janji Allah. Maria, melalui persetujuannya, berperan langsung dalam karya keselamatan ini. Ia menjadi Ko-Salvator, bersatu dengan Kristus dalam peran yang unik dan penuh kasih. Kata-kata Maria, “Fiat”, menunjukkan kesediaan manusia untuk ikut serta dalam rencana Allah tanpa menggantikan-Nya.
Kematian dan Kebangkitan Kristus
Kristus menebus dosa manusia melalui penderitaan, wafat, dan kebangkitan-Nya. Dalam 1 Korintus 15:22, Paulus menegaskan:
"Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan hidup kembali dalam persekutuan dengan Kristus."
Kristus adalah janji Allah yang terealisasi, dan karya-Nya membawa umat manusia kembali kepada kasih Allah. Di sinilah peran Maria tetap relevan: Maria hadir di kaki salib (Yohanes 19:25-27), bersatu dengan penderitaan Kristus.
Kehadiran Maria di salib bukan hanya simbol kasih seorang ibu, tetapi juga tanda peran Ko-Salvator-Nya dalam penderitaan dan penebusan manusia.
Maria sebagai Ko-Salvator
Dalam tradisi Katolik, Maria disebut Co-Redemptrix atau Ko-Salvator, bukan untuk menggantikan Kristus, tetapi karena persetujuan dan kesetiaannya membantu manusia menerima keselamatan. Maria ikut menanggung penderitaan Kristus dalam kasih dan kesetiaan. Maria adalah contoh sempurna bagaimana manusia dapat bersatu dengan karya penebusan Kristus dalam iman dan kasih.
Gereja dan Umat: Menghidupi Karya Penebusan
Janji penebusan tidak berhenti di Kristus dan Maria. Melalui Gereja, karya penebusan Kristus hidup dalam umat. Sakramen, doa, dan kehidupan sehari-hari menjadi cara bagi setiap orang untuk berpartisipasi dalam rencana keselamatan.
Sakramen
Baptisan, Ekaristi, dan Sakramen lainnya membawa umat masuk dalam persekutuan dengan Kristus. Umat yang dibaptis menerima janji keselamatan, dan melalui Ekaristi, mereka ikut merayakan karya penebusan Kristus.
Teladan Maria
Maria adalah contoh bagaimana manusia bisa bersatu dengan karya Kristus. Kesediaannya untuk mengikuti kehendak Allah mengajarkan kita bagaimana hidup dalam kasih, pengorbanan, dan keterbukaan terhadap rencana keselamatan. Maria menuntun umat untuk hidup dalam iman yang aktif, bersatu dengan Kristus dalam karya penebusan dunia.
Kehidupan sehari-hari
Setiap tindakan kasih, pengampunan, dan pelayanan adalah cara umat menghidupi karya penebusan Kristus. Maria sebagai Ko-Salvator tetap menjadi teladan, mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah karya bersama antara Kristus dan mereka yang bersatu dengan-Nya.
Janji penebusan Allah dimulai dari Kejadian 3:15, berkembang melalui sejarah Israel, mencapai puncaknya dalam Kristus, dan dihidupkan dalam Gereja dan umat.
Maria, sebagai Ko-Salvator, memiliki peran unik: persetujuan, kesetiaan, dan kehadirannya di setiap momen penting penebusan menegaskan bahwa keselamatan adalah karya Allah yang melibatkan manusia secara aktif, tanpa menggantikan Kristus.
Dalam pandangan Katolik, janji penebusan bukan hanya sejarah masa lalu, tetapi hidup hingga hari ini. Setiap orang dipanggil untuk bersatu dengan Kristus melalui iman, sakramen, dan kasih.
Maria menunjukkan jalan: Fiat kita, kesetiaan kita, dan keterbukaan hati kita dapat ikut serta dalam karya penyelamatan Allah.
Bersama Maria, kita diajak untuk hidup dalam Kristus dan menyebarkan kasih-Nya ke dunia.