Setia pada Tuhan, Ternyata Tidak Mudah: Per Crucem ad Lucem

Per Crucem ad Lucem
Per Crucem ad Lucem, dari Salib menuju Terang, dari penderitaan menuju kemuliaan. Istimewa.
Oleh Antonius Widada CP 

Selama retret  40 hari dlm masa prapaskah Jumat Suci menjadi puncaknya. Salib Kristus membentuk iman kuat sumber keselamatan kemuliaan kebangkitan.

Kita diajarkan tentang percaya kepada Tuhan dengan setia, ternyata tidaklah gampang. 

Tidak mudah untuk setia, tetapi: bisa

Ya, tidak mudah untuk setia. Hal itu  karena nafsu pribadi yang terus menerus menggelapkan bhw Allah itu jauh tak terjangkau. Sabda Tuhan 

Bilangan (21: 4 - 9 ), Salib Ular Tembaga di Gunung/ Jabal Nebo

Kebosanan bani Israel akan manna,  panas terik melewati gurun Hor yang tandus, mendorong keputus asaan, menggerutu dan marah kepada Tuhan dan Musa. 

Di daerah gersang itu banyak ular tedung yang berbahaya sehingga banyak orang dipagut dan mati. Harun pun meninggal di gunung itu, karena sudah tua, bukan dipatuk ular. Secara tradisi turun temurun gunung itu disebut " Jabal Aroun", gunung Harun.  

Para pezirah modern hanya bisa bisa melihat dari jauh makam Nabi Harun itu. Peristiwa tragis itu dihubungkan dengan iman dan kesetiaan  Israel  yang rapuh. Kematian selalu digubungkan dengan kutukan dosa.

Maka nabi Musa yang lembut hati sekali lagi memohon ampun kepada Yahweh atas dosa umatnya. Allah menyuruh Musa membuat patung ular tembaga  sebagai simbol pengampunan, penyembuhan dan  penyelamatan.  

Secara turun temurun patung itu dibawa ke Yerusalem tetapi dihancurkan oleh raja Yahudi,  Hizkia ( 2 Raj 18 : 4), karena banyak peziarah Israel yg menyembahnya sebagai dewa keuntungan / kesuburan. 

Per Crucem ad Lucem

Untuk mengingat peristiwa itu , di puncak gunung Nebo dibuatlah patung ular tembaga dan   digunakan juga  oleh dunia kedokteran dan apotik dengan pesan yang sama: penyembuhan dan penyelamatan. 

Yohanes ( 8: 21 - 30), Per Crucem ad Lucem, dari Salib menuju Terang. Dari penderitaan menuju kemuliaan. 

Yesus kepada orang banyak menjelaskan  " pengajaran dari Bapa dan kesetiaan melakukan kehendak- Nya".  Namun, pengajaran Yesus tidak mereka mengerti karena mereka tidak percaya dan menolak Yesus sebagai Mesias. Ke-Mesiaan Yesus berpuncak pada peristiwa penyaliban yang terjadi pada hari jumat di  bulan April tahun 33 Masehi. 

Meskipun hal itu dicatat oleh Injil dan Sejarah Dunia  oleh Flavius Yusefus, ahli sejarah Yahudi. Namun tetap saja banyak orang meragukan dan menolaknya. 

Passio Jessu Christi

Memang pengalaman korban salib tidak nikmat dan bertentangan dengan keinginan manusia yang mendewakan kenikmatan dan kemapanan diri. Orang seperti aku akan mudah tersinggung, menggerutu, dan marah kalau kamapanan dan kenikmatannya diganggu. 

Anda sendiri bagaimana? 

Ibadah Sengsara Yesus Kristus  (Passio Jessu Christi) adalah intisari iman Kristiani bahkan Injil pertama dan utama berisi tentang Sengsara Yesus (bdk. Mrk 15 : 1 - 39, Pil 2 : 1 - 11 ).

Makna terdalam Salib Kristus

Yesus diberi gelar Tuhan waktu di salib. Yesus yang  mengajar kita para pemeluk teguh, agar menjadi Kristiani beriman tangguh. 

Salib Kristus tidak menjadikan kita pribadi yang dangkal dan cengeng. Sebaliknya, Salib Kristus penderitaan Yesus sebagai sumber keselamatan dan kekuatan dlm meraih kemuliaan dalam kebangkitan / Paskah Kristus. 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org