Bergumul Melawan Rasa Malas dan Bosan

Bergumul Melawan Rasa Malas dan Bosan
Bagian dari melawan godaan: Bergumul melawan rasa malas dan bosan. Ist.

Oleh Antonius Widada CP 

Aku sedang bergumul untuk melawan rasa malas dan bosan. Itu adalah cara setan mengelabuiku agar aku tidak berkembang dalam iman

Kemarin aku banyak merenungkan ini: Bagaimana perjuangan seorang murid yang taat dan setia mendengarkan Firman Tuhan.

1. Yesaya (42:1–7)

Bagian ini berisi sebuah nyanyian tentang “Hamba Tuhan” (Ebed Yahwe), yang setia dan berkenan di hadapan Allah. Hamba (servant / servus / doulos / ebed) yang bertugas melayani tuan, raja, guru, nabi, atau Tuhan sendiri. 

Dalam tradisi Perjanjian Lama, hamba disebut sebagai utusan Allah yang terpilih, dipercaya, dan dilindungi oleh Tuannya (2Mak 7:33).

Hamba dapat disamakan dengan para nabi, imam, atau orang-orang yang bertanggung jawab atas panggilan hidupnya. Hamba di sini berbeda dengan budak, karena ia hidup bersama tuannya, setia, lemah lembut, rendah hati, dan jujur. Ia belajar menjadi serupa dengan yang diabdinya.

Berbeda dengan budak yang bekerja karena upah atau paksaan. 

Dalam tradisi Perjanjian Baru, istilah servus diterapkan pada hidup Yesus dan Paulus. 

Paulus menganggap dirinya sebagai hamba yang sejati, setia, dan taat kepada Allah, Kristus, dan hukum-Nya (Rm 7:25). Ia hidup dalam sukacita karena merasa dicintai oleh Tuhan dan sesamanya.

Sebaliknya, seorang budak hidup dalam ketakutan karena terbelenggu oleh orang lain (Rm 9:12) dan oleh kuasa dosa (Rm 6:6). Anda memilih yang mana?

2. Yohanes (12:1–11)

Yesus makan semeja dengan Lazarus, yang telah dibangkitkan dari kematian enam hari sebelumnya.

a) Enam hari melambangkan penciptaan dunia oleh Allah, di mana pada hari keenam manusia diciptakan (Kej 1:26–27). Hari ketujuh adalah hari peristirahatan Allah. 

Lazarus yang bangkit dari kematian menjadi tanda kehidupan baru, yang dirayakan dalam sukacita. Banyak orang datang untuk melihat Lazarus yang telah hidup kembali, sehingga mereka percaya kepada Yesus.

Namun, para lawan Yesus justru berencana membunuh Yesus dan Lazarus karena iri hati; bahkan pengikut mereka mulai berkurang. Inilah sisi menyedihkan: mukjizat Allah pun dapat memicu kejahatan oleh kuasa dosa.

b)Yesus diurapi dengan minyak narwastu yang mahal dan harum oleh Maria, saudari Lazarus. Harumnya minyak wangi melambangkan kasih Allah yang mengalir dan meresap ke dalam segala sesuatu, bahkan hati yang keras sekalipun (Kid 1:3). 

Allah mengasihi umat-Nya seperti mempelai yang mencintai pasangannya tanpa batas.

Maria tampil sebagai murid sekaligus hamba yang taat, setia, dan mengasihi Yesus sebagai Guru, Mempelai, dan Tuhan. 

Cinta yang tulus itu terasa manis, indah, dan harum, seperti narwastu yang semerbak (bdk. Kid 4:10).

Cinta itu melampaui dunia hingga kekekalan. Itulah iman dan panggilan yang terus aku perjuangkan denganjatuh dan bangun.

Bagaimana dengan cinta terhadap pasangan Anda masing-masing?

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org