Scott Hahn dan Teologi Katolik Zaman Modern yang Menjadi Acuan
| Scott Hahn, seorang teolog, apologet, dan profesor Alkitab Katolik asal Amerika Serikat. Sumber: (Photo via scotthahn.com) |
Scott Hahn, seorang teolog, apologet, dan profesor Alkitab Katolik asal Amerika Serikat, telah menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam teologi Katolik kontemporer.
Lahir pada 28 Oktober 1957 di Bethel Park, Pennsylvania, Hahn dikenal karena perjalanan konversinya yang dramatis dari seorang pendeta Presbyterian menjadi teolog Katolik yang gigih.
Dengan karya lebih dari 50 buku, ribuan ceramah internasional, dan pendirian Saint Paul Center for Biblical Theology, karya-karyanya menjadi acuan utama bagi umat Katolik yang mencari pemahaman mendalam tentang Alkitab dalam konteks Tradisi dan Magisterium Gereja.
Kunjungi Holy Is His Name | Dr. Scott Hahn | Franciscan University Presents
Teologi Hahn, yang berpusat pada tema "perjanjian" (covenant) sebagai ikatan kekeluargaan ilahi, menjembatani Perjanjian Lama dan Baru, serta menghidupkan kembali semangat New Evangelization yang dicanangkan Paus Yohanes Paulus II.
Artikel ini membahas secara akademis kontribusi Hahn sebagai acuan teologi Katolik modern, dengan penekanan pada aspek historis, teologis, dan pastoralnya.
Pembahasan dibagi menjadi enam subjudul, berdasarkan sumber-sumber primer dan sekunder yang telah diverifikasi.
Biografi Singkat dan Latar Belakang Pendidikan Scott Hahn
Scott Walker Hahn lahir dalam keluarga Protestan yang taat dan tumbuh dengan keyakinan anti-Katolik yang kuat. Sejak remaja, ia aktif dalam gerakan Young Life dan mengalami “konversi pribadi” kepada Kristus di sekolah menengah atas.
Hahn menempuh pendidikan sarjana di Grove City College (1979) dengan triple major Teologi, Filsafat, dan Ekonomi, lulus magna cum laude. Ia melanjutkan ke Gordon-Conwell Theological Seminary, salah satu pusat seminari evangelikal terkemuka, dan meraih Master of Divinity summa cum laude pada 1982.
Pada 1995, ia menyelesaikan doktorat Teologi Biblis di Marquette University, sebuah universitas Jesuit, dengan disertasi berjudul Kinship by Covenant: A Biblical Theological Analysis of Covenant Types and Texts in the Old and New Testaments yang kemudian diterbitkan oleh Yale University Press pada 2009.
Sebelum konversi, Hahn melayani sebagai pendeta di Trinity Presbyterian Church, Fairfax, Virginia (1982), dan sempat mengajar di Chesapeake Theological Seminary.
Pengalaman pastoralnya selama sepuluh tahun di berbagai denominasi Protestan membentuk pemahamannya yang mendalam tentang Alkitab, sekaligus memicu pertanyaan kritis terhadap doktrin sola scriptura dan sola fide.
Pendidikan Hahn yang lintas tradisi dari evangelikal Protestan hingga studi doktoral di lingkungan Katolik menjadi fondasi unik yang memungkinkannya menjadi jembatan ekumenis sekaligus pembela iman Katolik yang biblis.
Hingga kini, ia memegang Father Michael Scanlan, T.O.R., Chair of Biblical Theology and the New Evangelization di Franciscan University of Steubenville sejak 1990, serta jabatan kehormatan di berbagai institusi seperti St. Vincent Seminary dan University of St. Mary of the Lake.
Proses Konversi dari Presbyterianisme ke Gereja Katolik
Konversi Hahn pada Malam Paskah 1986 di Milwaukee, Wisconsin, merupakan titik balik yang dramatis. Hahn sering disebut sebagai “Luther terbalik”.
Awalnya, Hahn adalah seorang anti-Katolik militan yang berhasil “memenangkan” beberapa umat Katolik ke Protestantisme. Namun, studi mendalamnya tentang kontrasepsi dalam pernikahan dipicu oleh buku John Kippley Birth Control and the Marriage Covenant yang membuatnya menyadari bahwa hanya Gereja Katolik yang konsisten mempertahankan ajaran Alkitab tentang kesucian perkawinan sebagai ikatan perjanjian.
Penelitiannya tentang teologi perjanjian mengubah paradigma pemikirannya. Hahn menemukan bahwa Alkitab bukan sekadar kumpulan doktrin individual, melainkan narasi keselamatan yang berpusat pada pembentukan “keluarga Allah” melalui perjanjian suci (kinship by covenant). Ia menolak pandangan Protestan bahwa keselamatan hanya melalui iman saja, karena Alkitab menekankan iman yang bekerja melalui kasih (Gal 5:6) dan Gereja sebagai “tiang dan dasar kebenaran” (1 Tim 3:15). Studi tentang Yohanes 6 (Ekaristi sebagai daging dan darah Kristus yang sesungguhnya) serta tradisi apostolik (2 Tes 2:15) semakin meyakinkannya.
Istri Hahn, Kimberly, awalnya menentang, tetapi akhirnya bergabung pada Paskah 1990. Proses ini diceritakan secara mendalam dalam buku Rome Sweet Home: Our Journey to Catholicism (1993), yang menjadi salah satu buku konversi paling berpengaruh di abad ke-20.
Konversi Hahn tidak hanya pribadi, melainkan juga pastoral: ia meletakkan jabatan pendeta dan menghadapi krisis keluarga, tetapi menemukan kedamaian dalam Ekaristi dan devosi kepada Bunda Maria. Pengalaman ini menjadi model bagi ribuan konversi Protestan ke Katolik di era modern.
Teologi Perjanjian sebagai Inti Pemikiran Hahn: Kinship by Covenant
Kontribusi paling orisinal Hahn adalah pengembangan teologi perjanjian sebagai “ikatan kekeluargaan suci” (kinship by covenant). Dalam disertasinya yang diterbitkan Yale University Press, Hahn menguraikan bahwa perjanjian Allah dengan manusia bukan kontrak hukum semata, melainkan perluasan keluarga ilahi. Dari perjanjian dengan Adam, Nuh, Abraham, Musa, hingga Daud, Allah secara bertahap memperluas lingkaran keluarga-Nya hingga mencapai puncak dalam Perjanjian Baru melalui Yesus Kristus.
Konversi Hahn pada Malam Paskah 1986 di Milwaukee, Wisconsin, merupakan titik balik yang dramatis dan sering disebut sebagai “Luther terbalik”.
Hahn menekankan bahwa bahasa keluarga dalam Alkitab "Bapa, Anak, saudara, pengantin" bukan metafor belaka, melainkan realitas ontologis.
Perjanjian baru menjadikan umat beriman sebagai “anak-anak Allah” yang diadopsi, dengan Maria sebagai Bunda, paus sebagai “menteri perdana” Kristus, dan santo-santa sebagai saudara.
Pendekatan kanonik ini menyatukan seluruh Kitab Suci sebagai satu narasi keselamatan, berbeda dengan pendekatan historis-kritis yang sering memecah-pecah teks. Jon D. Levenson dari Harvard memuji karya ini sebagai “learned volume” yang menjadikan perjanjian sebagai “benang merah” kedua Perjanjian.
Teologi ini menjadi acuan karena menjawab tantangan zaman modern: sekularisme yang memecah keluarga, individualisme yang mengikis komunitas, dan relativisme yang meragukan otoritas Alkitab. Hahn menunjukkan bahwa Katolisisme adalah “keluarga Allah” yang paling utuh, di mana Ekaristi adalah “perjamuan keluarga” surgawi.
Karya Populer dan Pendekatan Biblis-Liturgis dalam Teologi Hahn
Hahn bukan hanya teolog akademis, melainkan juga penulis populer yang karyanya laris di seluruh dunia.
Buku The Lamb’s Supper: The Mass as Heaven on Earth (1999) menjadi fenomena, menjelaskan bahwa Misa adalah penggenapan Wahyu Yohanes di bumi; surga turun ke altar.
Hahn menghubungkan liturgi dengan Kitab Suci secara tipologis: domba Paskah, manna, dan perjamuan kawin Anak Domba. Buku ini telah mengubah pemahaman ribuan umat tentang Ekaristi sebagai “sumber dan puncak” kehidupan Kristiani.
Karya lain seperti
- The Fourth Cup (2018) mengungkap misteri Perjamuan Terakhir sebagai penggenapan Paskah Yahudi
- Hail, Holy Queen (2001) membela devosi Maria secara biblis.
- Hahn juga ikut menyunting Ignatius Catholic Study Bible, yang menjadi standar studi Alkitab Katolik berbasis covenant theology.
Pendekatannya yang naratif dan liturgis membaca Alkitab “dari hati Gereja” yang membedakannya dari teologi liberal yang sering mengabaikan Tradisi. Karya-karya ini menjadi acuan karena mudah diakses namun mendalam, cocok bagi umat awam maupun rohaniwan di era digital.
Peran Institusional: Saint Paul Center dan Kontribusi terhadap New Evangelization
Pada 2001, Hahn mendirikan Saint Paul Center for Biblical Theology di Steubenville dengan misi “membaca Alkitab dari hati Gereja”.
Pusat ini telah menghasilkan ratusan kursus Alkitab, konferensi, jurnal Letter & Spirit, dan program pelatihan bagi imam dan awam. Hahn juga memimpin proyek “Bible Across America” dan berbagai pilgrimase Alkitab.
Sebagai pemegang kursi New Evangelization di Franciscan University, ia menjadi pelopor penerapan ajakan Paus Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI untuk evangelisasi baru yang biblis dan kultural.
Kontribusinya meliputi pelatihan ribuan imam agar “biblis-fluent” dan umat awam agar “biblically literate”. Melalui EWTN, podcast, dan buku seperti Evangelizing Catholics (2014), Hahn menekankan bahwa evangelisasi dimulai dari keluarga dan liturgi. Saint Paul Center kini mengalami ekspansi besar dengan fasilitas baru, memperkuat peranannya sebagai pusat referensi teologi Katolik global.
Pengaruh dan Relevansi Teologi Hahn bagi Gereja Katolik di Zaman Modern
Teologi Hahn telah membentuk generasi baru umat Katolik yang percaya pada keandalan historis Alkitab dan kesatuan Kitab Suci-Tradisi. Pengaruhnya terlihat dalam peningkatan minat studi Alkitab di paroki-paroki, seminari, dan universitas Katolik.
Kardinal Timothy Dolan dan banyak uskup Amerika mengakui Hahn sebagai “suara otoritatif” yang menggabungkan kedalaman akademis dengan semangat evangelikal. Dalam konteks sekularisme, relativisme, dan krisis keluarga, covenant theology Hahn menawarkan visi positif: Gereja sebagai keluarga Allah yang inklusif namun berakar pada kebenaran objektif.
Meski ada kritik dari kalangan progresif yang menyebutnya “fundamentalist” karena penekanan pada literalitas tipologis, mayoritas umat melihatnya sebagai pembela iman yang setia kepada Konsili Vatikan II. Relevansinya semakin nyata di era digital: kursus online Saint Paul Center menjangkau jutaan orang, menjadikan teologi Hahn sebagai acuan utama bagi New Evangelization di abad ke-21. Warisannya adalah pemulihan pembacaan Alkitab yang katolik; bukan pribadi semata, melainkan ecclesial dan sakramental.
Catatan akhir
- Scott Hahn telah mengubah wajah teologi Katolik modern dengan mengembalikan Alkitab ke pusat kehidupan iman melalui lensa perjanjian kekeluargaan.
- Dari konversi pribadinya hingga pendirian institusi global, karya Hahn menjadi acuan yang tak tergantikan bagi siapa pun yang ingin memahami hubungan harmonis antara Kitab Suci, Tradisi, dan liturgi.
- Di tengah tantangan zaman, teologinya mengajak umat kembali ke “keluarga Allah” yang hidup dalam Ekaristi dan persekutuan santo-santa. Melalui Hahn, Gereja Katolik menemukan kembali kekayaan biblisnya sebagai kekuatan evangelisasi yang abadi.
Catatan Kaki
¹ St. Paul Center for Biblical Theology, “Scott Hahn Biography,” diakses 25 Februari 2026, https://stpaulcenter.com/scott-hahn/bio.
² Scott Hahn dan Kimberly Hahn, Rome Sweet Home: Our Journey to Catholicism (San Francisco: Ignatius Press, 1993), hlm. 45-67.
³ Scott W. Hahn, Kinship by Covenant: A Canonical Approach to the Fulfillment of God’s Saving Promises (New Haven: Yale University Press, 2009), hlm. 1-42.
⁴ Jon D. Levenson, ulasan dalam The Journal of Religion 90, no. 2 (2010): 260-262.
⁵ Scott Hahn, The Lamb’s Supper: The Mass as Heaven on Earth (New York: Doubleday, 1999), hlm. 1-20.
⁶ Paus Yohanes Paulus II, Novo Millennio Ineunte (2001), no. 40; lihat juga Hahn, “Theology of the New Evangelization,” diakses dari scotthahn.com.
⁷ Franciscan University of Steubenville, “Faculty Profile: Dr. Scott Hahn,” diakses 25 Februari 2026, https://spt.franciscan.edu/faculty/hahn-scott/.
⁸ St. Paul Center, “History and Mission,” diakses 25 Februari 2026, https://stpaulcenter.com/history.
Daftar Pustaka
1. Hahn, Scott. Kinship by Covenant: A Canonical Approach to the Fulfillment of God’s Saving Promises. New Haven: Yale University Press, 2009.
2. Hahn, Scott dan Kimberly Hahn. Rome Sweet Home: Our Journey to Catholicism. San Francisco: Ignatius Press, 1993.
3. Hahn, Scott. The Lamb’s Supper: The Mass as Heaven on Earth. New York: Doubleday, 1999.
4. St. Paul Center for Biblical Theology. “Scott Hahn Biography.” https://stpaulcenter.com/scott-hahn/bio (diakses 25 Februari 2026).
5. Franciscan University of Steubenville. “Faculty: Dr. Scott Hahn.” https://spt.franciscan.edu/faculty/hahn-scott/ (diakses 25 Februari 2026).
6. Levenson, Jon D. Ulasan Kinship by Covenant. The Journal of Religion 90, no. 2 (2010): 260-262.
7. Hahn, Scott. The Fourth Cup: Unveiling the Mystery of the Last Supper and the Cross. New York: Image, 2018.
8. Paus Benediktus XVI. Pidato tentang New Evangelization (2011). Vatican.va.
9. “Scott Hahn.” Wikipedia. Versi terverifikasi per Februari 2026.
10. St. Paul Center for Biblical Theology. Letter & Spirit Journal dan situs resmi (berbagai edisi).