Mengungkap Mitos Paus Joan – Propaganda Anti-Katolik yang Bertahan Lama
| Katolik tak putus diterpa propaganda. Namun, Gereja Katolik bagai pohon mangga, makin dilukai, makin lebat buahnya. Istimewa. |
Oleh Apen Panlelugen
Umat Katolik penting memahami sejarah Gereja dengan kritis yang berbasis fakta. Sedemikian rupa, agar tidak terjebak dalam narasi palsu yang sering dimanfaatkan untuk menyerang iman kita. Banyak pihak membangun narasi menyesatkan, dengan nada sumbang anti-Katolik. Juga penting menyikapi konten post-truth di jejaring dunia digital. Umat Katolik tetap bertanya pada magisterium jika tidak paham dan jangan pernah percaya ajaran serta narasi dari sumber yang bukan-resmi Katolik. Ketaatan iman pada Magisterium penting sebab Ketaatan terbukti telah menjaga Gereja satu, kudus, katolik, dan apostolik tetap utuh, tidak-pecah hingga hari ini.
Legenda tentang "Paus Joan" yang syahdan katanya adalah seorang wanita yang konon menyamar sebagai pria dan menjadi paus pada abad ke-9.
Roman picisan yang mesti dipahami konteksnya
Roman picisan ini sering kali disajikan sebagai "fakta tersembunyi" yang membuktikan korupsi dalam Gereja Katolik.
Namun, kisah ini bukanlah bagian dari sejarah otentik, melainkan ciptaan imajinasi abad pertengahan yang kemudian dieksploitasi sebagai alat propaganda anti-Katolik.
Muncul pertama kali pada abad ke-13, jauh setelah periode yang diklaim, legenda ini digunakan oleh kelompok Reformasi Protestan dan nativis di Amerika Serikat untuk mendiskreditkan otoritas paus dan membangkitkan sentimen anti-imigran Katolik.
Dengan memahami akar propaganda ini, umat Katolik dapat memperkuat keyakinan mereka terhadap suksesi apostolik yang kontinu dan bebas dari manipulasi fiksi semacam itu. Mari kita telusuri lebih dalam bagaimana mitos ini terbentuk dan mengapa ia tetap relevan hari ini sebagai pelajaran tentang kebenaran versus kebohongan.
Referensi yang mendukung "Paus Joan" Hanyalah Legenda
Referensi yang mendukung bahwa "Paus Joan" Hanyalah Legenda dan Digunakan sebagai Propaganda Anti-Katolik Nativis
Berikut adalah daftar referensi terpilih dari sumber kredibel yang menegaskan bahwa kisah Paus Joan (Pope Joan) adalah legenda fiktif tanpa dasar historis, serta sering dimanfaatkan sebagai alat propaganda anti-Katolik, termasuk oleh kelompok nativis di Amerika Serikat pada abad ke-19 dan ke-20.
Referensi ini diambil dari artikel akademis, ensiklopedia, dan situs sejarah yang membantah keberadaan Paus Joan sebagai fakta, sambil menjelaskan konteks propagandanya.
Penulis menyusunnya dalam format sederhana dengan judul, penulis/penerbit, tautan (jika tersedia), dan ringkasan singkat mengapa relevan.
Daftar ini tidak lengkap, tetapi cukup untuk mewakili distribusi sumber yang netral dan berimbang.
1. The Myth That Just Won't Go Away: Pope Joan
Oleh: Catholic Answers Magazine
Tautan: https://www.catholic.com/magazine/print-edition/the-popess-who-just-wont-go-away
Tahun: Diakses pada 2026
Ringkasan: Artikel ini menjelaskan Paus Joan sebagai mitos yang dimulai sebagai fabel anti-papal, bertahan sebagai propaganda anti-Katolik nativis, dan kini menjadi ikon feminis modern. Menekankan bahwa legenda ini digunakan untuk tujuan anti-Katolik tanpa bukti historis.
2. The Myth of Pope Joan
Oleh: Thomas F. X. Noble (dalam The Cambridge History of the Papacy)
Tautan: https://www.cambridge.org/core/books/cambridge-history-of-the-papacy/myth-of-pope-joan/8CF23E2BCFE14452CC06BAFD0A787F3F
Tahun: 2025
Ringkasan: Buku ini membahas asal legenda sebagai satir populer yang diadopsi oleh Protestan pasca-Reformasi untuk menantang suksesi apostolik paus, mengidentifikasi paus sebagai "Whore of Babylon" dalam polemik anti-Katolik.
3. Pope Joan, 850s AD. Who???
Oleh: Art and Architecture, mainly (blog)
Tautan: http://melbourneblogger.blogspot.com/2025/10/pope-joan-850s-ad-who.html
Tahun: 2025
Ringkasan: Tulisan ini menyoroti bagaimana legenda Paus Joan menjadi populer selama Reformasi Protestan untuk merusak otoritas Katolik, termasuk penempatan bust-nya di Katedral Siena sebagai bukti palsu yang kemudian dibantah.
4. Pope Joan
Oleh: Britannica Editors
Tautan: https://www.britannica.com/topic/Pope-Joan
Tahun: 2025
Ringkasan: Ensiklopedia ini menyatakan legenda sebagai apokrif sepenuhnya, muncul pada abad ke-13 dan digunakan untuk polemik Protestan pada abad ke-16-17, dengan teori asal dari pengaruh wanita kuat seperti Marozia.
5. Pope Joan
Oleh: Wikipedia Contributors
Tautan: https://en.wikipedia.org/wiki/Pope-Joan
Tahun: Diakses pada 2026
Ringkasan: Halaman ini menjelaskan legenda sebagai fiksi yang diterima hingga abad ke-16, kemudian digunakan oleh penulis Protestan dalam tulisan anti-Katolik mereka, dengan respons polemik dari Katolik.
7. Ask the Register: Was there really a woman pope named Joan in the Middle Ages?
Oleh: Catholic Diocese of Lincoln
Tautan: https://www.lincolndiocese.org/news/diocesan-news/18828-ask-the-register-was-there-really-a-woman-pope-named-joan-in-the-middle-ages
Tahun: 2025
Ringkasan: Artikel ini membantah legenda sebagai fiksi murni, digunakan sebagai fabel anti-papal selama Reformasi dan kini sebagai narasi anti-Katolik atau feminis sekuler untuk mengecam Gereja.
8. Who was Pope Joan?
Oleh: History.com Editors
Tautan: https://www.history.com/articles/who-was-pope-joan
Tahun: 2015 (diperbarui)
Ringkasan: Situs ini menggambarkan Paus Joan sebagai mitos yang dipopulerkan oleh biksu, Protestan awal, dan kritikus Gereja untuk menyerang otoritas paus, meskipun dibantah oleh sejarawan modern.
9. A Primer on the Persistent Myth of "Pope Joan"
Oleh: Patrick Madrid
Tautan: https://patrickmadrid.com/a-primer-on-the-persistent-myth-of-pope-joan
Tahun: 2010 (diperbarui)
Ringkasan: Tulisan ini melacak asal mitos dari pengaruh wanita seperti Morozia, yang dimanfaatkan untuk mengejek paus lemah, dan kemudian beredar oleh Protestan militan untuk mendiskreditkan Gereja.
Referensi ini secara konsisten menunjukkan bahwa Paus Joan tidak ada dalam catatan historis resmi Gereja Katolik.
Bahwa juga legenda Paus Joan ini sering dieksploitasi untuk agenda anti-Katolik, termasuk nativisme yang menargetkan imigran Katolik di AS.