Keselamatan di Luar Kristus?

Keselamatan di Luar Kristus. Adakah?
Keselamatan di Luar Kristus. Adakah?

Oleh Oleh P Jack Dambe Cjd

Keselamatan di Luar Kristus. Adakah? Atau tidak ada?

​Pertama, mari kita luruskan sedikit istilahnya biar tidak salah paham. Gereja Katolik TIDAK pernah mengatakan ada keselamatan "di luar Kristus". 

Kemungkinan keselamatan

Itu keliru besar! Yang benar adalah: Ada "kemungkinan keselamatan" bagi orang yang berada di luar struktur Gereja yang kelihatan, tapi tetap saja, "tiket masuknya" dicap oleh Yesus Kristus.

​Bayangkan Surga itu seperti pesta pernikahan super mewah. Yesus adalah Tuan Rumahnya. Kita, orang Katolik, adalah tamu yang pegang undangan resmi (Baptisan), punya peta lokasi (Kitab Suci), dan dikasih bekal makanan di jalan (Ekaristi/Komuni). Kita punya "privilege" atau jalur VIP karena kita tahu siapa Tuan Rumahnya dan tahu jalan pastinya.

​Nah, bagaimana dengan saudara kita yang berkeyakinan berbeda? Atau bahkan yang tidak beragama tapi baik hatinya?

​Gereja, melalui Konsili Vatikan II (dokumen Lumen Gentium), mengajarkan bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Baik. Tidak mungkin Allah yang kasih itu iseng menciptakan orang di pedalaman hutan Amazon, yang seumur hidup tidak pernah dengar nama Yesus, lalu otomatis melemparnya ke neraka cuma karena dia "salah lahir". Itu bukan Allah Bapa, itu monster!

​Jadi, memahaminya demikian: Orang yang bukan Katolik bisa masuk Surga JIKA mereka:

  1. Tidak tahu tentang Kristus bukan karena salah mereka sendiri (ketidaktahuan yang tak teratasi).
  2. Tulus mencari kebenaran dalam hidupnya dalam kerendahan hatinya
  3. Hidup menuruti suara hati nurani mereka (karena suara hati yang benar adalah gema suara Tuhan juga).

​Jika mereka selamat, mereka selamat karena rahmat Kristus juga, meskipun di dunia mereka tidak menyadarinya. Ibaratnya, mereka masuk ke pesta pernikahan itu karena Tuan Rumah (Yesus) melihat hati mereka dan membukakan pintu, meskipun mereka tidak memegang undangan fisik seperti kita. Mereka adalah "Kristen anonim" pengikut Kristus tanpa label.

​Tapi ingat, ini bukan berarti "Semua Agama Sama Saja"!

​Jangan sampai kamu mikir, "Wah, kalau gitu gak usah capek-capek ke Gereja tiap Minggu dong Romo, jadi orang baik saja cukup?"

​Eits, jangan cari gara-gara! Menjadi Katolik itu seperti punya GPS canggih dan Kunci Jawaban Ujian. Kita sudah dikasih sakramen, pengampunan dosa, dan ajaran yang lengkap. Kalau kita yang sudah pegang kunci jawaban ini masih "tidak lulus ujian" (masuk neraka) karena malas dan jahat, malunya itu lho, sampai ke ubun-ubun! Orang lain jalan pakai kompas manual (hati nurani) bisa sampai, masa kita yang pakai GPS malah nyasar?

3 kekagetan

Surga itu bukan monopoli pemegang KTP Katolik. Di Surga nanti, kita mungkin akan kaget.

  1. Kekagetan pertama: "Lho, kok orang yang kita anggap kafir itu ada di sini?"
  2. Kekagetan kedua: "Lho, kok Pak A yang sok suci itu malah gak ada?"
  3. Kekagetan ketiga (yang paling penting): "Lho, kok saya bisa ada di sini juga?" (Itu murni karena belas kasih Tuhan).

​Jadi, jangan pusingkan siapa yang masuk, siapa yang enggak. Tugasmu sekarang sederhana: manfaatkan "fasilitas VIP" (Sakramen) yang kamu punya. Dan jadilah orang Katolik yang begitu baik, sampai-sampai tetanggamu yang beda agama penasaran, kok kamu begitu damai. Siapa Tuhanmu?

Jaminan Yesus Masuk Surga bagi pengikut-Nya dalam Matius 7:21-23.

Yesus menjanjikan tempat di surga, di Rumah Bapa, bagi setiap pengikut-Nya yang setia, percaya, dan melakukan kehendak Allah. Ia menegaskan bahwa di rumah Bapa-Nya banyak tempat tinggal dan Ia pergi untuk menyediakan tempat itu, agar mereka yang percaya dapat tinggal bersama-Nya untuk selama-lamanya. Janji ini bukan sekadar pengharapan akan kehidupan setelah kematian, melainkan kepastian tentang hidup kekal yang berakar pada relasi dengan Dia. Dalam kasih-Nya, Yesus membuka jalan agar manusia tidak binasa, melainkan memperoleh keselamatan dan persekutuan abadi dengan Allah.

Janji utama itu mencakup beberapa hal mendasar: hidup kekal bagi mereka yang rela meninggalkan segalanya demi mengikut Dia, penyertaan Roh Kudus sebagai Penolong yang menguatkan dan menguduskan, serta kepastian bahwa para murid tidak ditinggalkan sebagai yatim piatu. Yesus berjanji akan datang kembali dan membawa pengikut-Nya ke tempat di mana Ia berada. Bahkan, mereka dijanjikan bagian dalam kemuliaan Kerajaan Surga, suatu kehormatan untuk turut ambil bagian dalam pemerintahan bersama Kristus. Semua ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya pembebasan dari dosa, tetapi juga panggilan menuju kemuliaan bersama-Nya.

Namun, janji itu memiliki makna dan tuntutan yang jelas: bukan setiap orang yang berseru “Tuhan, Tuhan” yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa. Kesetiaan sampai akhir, ketekunan dalam iman, dan ketaatan yang nyata menjadi tanda pengikut sejati. Keselamatan didasarkan pada iman kepada Yesus yang telah menebus dosa, dan iman itu diwujudkan dalam hidup yang taat. Karena itu, janji Yesus memberi kepastian dan harapan, bukan hanya untuk masa depan kekal, tetapi juga untuk kehidupan kini, di mana Roh Kudus menyertai, membimbing, dan membaharui umat-Nya setiap hari.

​Semoga bisa membantu. 

Tuhan Memberkati.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org