Santo Hieronymus (w. 420 M) Menerjemahkan Vulgata
| Santo Hieronymus besar jasanya menerjemahkan Vulgata hingga selesai sekitar tahun 405 M. |
Vulgata menjadi terjemahan Kitab Suci Latin yang paling signifikan dan dipakai secara luas oleh Gereja Katolik Barat selama lebih dari seribu tahun. Selama Abad Pertengahan, hampir semua terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Eropa lainnya bersumber dari Vulgata, karena teks ini merupakan basis akademis dan liturgi bentangan panjang zaman tersebut. Pada Konsili Trent (1545–1563), Gereja Katolik secara resmi menetapkan Vulgata sebagai teks Latin autentik yang harus dipakai di seluruh Gereja.
Santo Hieronymus (bahasa Latin: Eusebius Sophronius Hieronymus) adalah salah satu tokoh paling penting dalam sejarah Kekristenan awal, terutama dikenal sebagai penerjemah dan penafsir Kitab Suci.
Siapa Santo Hieronymus?
Santo Hieronymus ahir sekitar tahun 347 M di Stridon (sekarang daerah perbatasan antara Kroasia dan Slovenia) dalam keluarga Kristen yang cukup berpendidikan.
Ia dibesarkan dengan pendidikan tata bahasa dan retorika di Roma, serta mempelajari bahasa Yunani, yang kemudian menjadi bekal penting dalam karya-karyanya. ([Encyclopedia Britannica][1])
Hieronymus juga dikenal sebagai imam, biarawan, teolog, dan Doctor of the Church yakni gelar kehormatan yang diberikan Gereja Katolik kepada para penulis yang karya-karyanya memiliki bobot teologis besar.
Hidup St.Hieronymus dipenuhi oleh studi, kehidupan asketis, dan kegiatan menulis. Setelah masa awal pendidikan di Roma, ia menjalani hidup sebagai pertapa di Suriah, memperdalam pengetahuan bahasa Ibrani dan disiplin rohani yang ketat. ([Encyclopedia Britannica][1])
Pada usia dewasa, sekitar tahun 379–380, Hieronymus ditahbiskan sebagai imam di Antiokhia, kemudian diundang menjadi sekretaris Paus Damasus I di Roma. Di sini ia diberi tugas besar yang kemudian akan menentukan sejarah Kitab Suci dalam bahasa Latin. ([Saintapedia][2])
Kondisi Kitab Suci Latin Sebelum Vulgata
Pada akhir abad ke-4 Masehi, umat Kristen Barat menggunakan berbagai terjemahan Latin Kitab Suci yang dikenal sebagai Vetus Latina. Ini bukan satu terjemahan standar, tetapi kumpulan versi yang tersebar luas dengan mutu bervariasi. Karena tidak adanya edisi Latin formal yang menyeluruh dan formatnya sangat berbeda, banyak perbedaan kata dan bahkan makna yang muncul dalam teks. Hal ini menyulitkan liturgi dan studi teologis di seluruh dunia Latin. ([Sejarah][3])
Situasi ini membuat Paus Damasus I (memerintah 366–384 M) menyadari kebutuhan akan suatu versi Latin standar dan otoritatif yang dapat dipakai secara luas oleh Gereja. Ia lalu memanggil Hieronymus, yang dikenal fasih dalam bahasa Latin, Yunani, dan kemudian Ibrani, untuk memimpin usaha penyusunan ulang dan terjemahan teks Kitab Suci. ([Sejarah][3])
Tugas itu tidak hanya sekadar menerjemahkan, tetapi juga memilih sumber-sumber terbaik dari naskah Yunani serta, untuk Perjanjian Lama, langsung dari teks Ibrani, bukan dari terjemahan Yunani (Septuaginta) seperti yang lazim dilakukan sebelumnya. Pendekatan inilah yang kemudian menjadi ciri khas karya besar Hieronymus. ([Sejarah][3])
Proyek Vulgata: Tujuan, Metode, dan Tantangan
A. Tujuan Proyek
Vulgata, yang berasal dari istilah versio vulgata (terjemahan untuk umum), dimaksudkan untuk menjadi terjemahan Kitab Suci Latin yang dapat dipahami oleh semua umat Kristen berbahasa Latin. Ide sentralnya adalah menyediakan satu teks yang konsisten, jelas, dan dapat dipakai dalam misa, studi, serta kehidupan rohani sehari-hari. ([Oke25][4])
B. Metode Kerja Hieronymus
Hieronymus memulai proyek ini pada sekitar tahun 382 M, ketika ia diperintahkan oleh Paus Damasus I untuk merevisi terjemahan Injil dan kemudian seluruh Perjanjian Baru. Proyek itu kemudian diperluas sehingga mencakup Perjanjian Lama keseluruhan. ([ISNET Media][5])
Ia mengerjakan Injil dengan merevisi teks Latin yang ada berdasarkan naskah Yunani terbaik yang dapat diperoleh. Untuk Perjanjian Lama, setelah beberapa awalnya bekerja dari Septuaginta, ia kemudian beralih menerjemahkan langsung dari teks Ibrani, menunjukkan perhatian utama terhadap keakuratan sumber. Pendekatan ini cukup kontroversial karena tradisi Gereja umumnya lebih bergantung pada Septuaginta. ([Sejarah][3])
C. Hambatan Akademis dan Sosial
Proyek ini bukan tanpa tantangan. Banyak orang percaya yang terlalu terikat pada terjemahan lama menolak perubahan yang diusulkan Hieronymus, bahkan sampai menuduhnya merusak Kitab Suci. Ia juga menghadapi kritik teologis dari beberapa rekan sezamannya karena keputusannya untuk menggunakan teks Ibrani sebagai dasar Perjanjian Lama. ([Sejarah][6])
Fisik Hieronymus pun tidak selalu dalam kondisi baik. Ketika ia mengerjakan bagian terakhir dari karya ini di Betlehem, ia sering bergumul dengan kesehatan yang rapuh dan kondisi politik yang tidak stabil pada masa akhir Kekaisaran Romawi. ([Encyclopedia Britannica][1])
Penyelesaian Vulgata dan Pengaruhnya
Pekerjaan Hieronymus atas apa yang kemudian dikenal sebagai Vulgata selesai sekitar tahun 405 M, setelah lebih dari dua dekade intensif menterjemahkan dan merevisi teks-teks Kitab Suci ke dalam bahasa Latin yang lebih mudah dipahami dan lebih konsisten secara akademik. ([Catholic365][7])
Vulgata menjadi terjemahan Kitab Suci Latin yang paling signifikan dan dipakai secara luas oleh Gereja Katolik Barat selama lebih dari seribu tahun. Selama Abad Pertengahan, hampir semua terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Eropa lainnya bersumber dari Vulgata, karena teks ini merupakan basis akademis dan liturgi bentangan panjang zaman tersebut. ([Verbum Blog][8])
Pengaruhnya sangat besar sehingga pada Konsili Trent (1545–1563), Gereja Katolik secara resmi menetapkan Vulgata sebagai teks Latin autentik yang harus dipakai di seluruh Gereja. Gelar ini semakin menegaskan status Vulgata sebagai referensi utama bagi teologi, liturgi, dan studi Kitab Suci sampai zaman modern. ([Verbum Blog][8])
Warisan Santo Hieronymus dan Vulgata
Warisan Hieronymus bukan hanya sekedar sebuah terjemahan, tetapi juga sebuah model integritas akademik dalam studi Kitab Suci.
Dengan kemampuannya menguasai beberapa bahasa Alkitab, serta ketekunan dalam menerjemahkan berdasarkan teks asli, karya ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penerjemahan Alkitab. ([Catholic365][7])
Selain karya Vulgata, Hieronymus juga menulis komentar Alkitab, surat-surat teologis, dan tulisan lain yang memperkaya pemahaman Kristen awal. Sampai sekarang, ia dihormati sebagai santo pelindung para penerjemah, pustakawan, sarjana, dan penafsir Alkitab. ([Saintapedia][2])
Vulgata sendiri terus hidup dalam tradisi Gereja, termasuk versi-versi modernnya seperti Nova Vulgata yang masih dipakai dalam Gereja Katolik kontemporer. Meski sudah lebih dari 1600 tahun sejak Hieronymus menyelesaikannya, dampak Vulgata jelas terlihat dalam cara umat Kristen membaca dan memahami Kitab Suci di seluruh dunia. ([Verbum Blog][8])
Daftar Pustaka
1. Britannica, St. Jerome | Biography, Patron Saint, Birth, Death, Feast Day, & Facts, [https://www.britannica.com/biography/Saint-Jerome](https://www.britannica.com/biography/Saint-Jerome). ([Encyclopedia Britannica][1])
2. Sejarah.co, Penerjemahan Alkitab – Sejarah Alkitab Indonesia, [https://sejarah.co/artikel/penerjemahan_alkitab_di_dunia.htm](https://sejarah.co/artikel/penerjemahan_alkitab_di_dunia.htm). ([Sejarah][3])
3. Lusius-Sinurat.com, Vulgata, [https://www.lusius-sinurat.com/2025/02/vulgata.html](https://www.lusius-sinurat.com/2025/02/vulgata.html). ([Oke25][4])
4. Kamus Alkitab jw.org, Vulgata (Latin) – Definisi dan Arti, [https://www.jw.org/id/perpustakaan/buku/daftar-istilah-alkitab/vulgata/](https://www.jw.org/id/perpustakaan/buku/daftar-istilah-alkitab/vulgata/). ([JW.org][9])
5. Catholic365.com, Have you read “the Vulgate” translated by St. Jerome?, [https://www.catholic365.com/article/23037/have-you-read-the-vulgate-translated-by-st-jerome.html](https://www.catholic365.com/article/23037/have-you-read-the-vulgate-translated-by-st-jerome.html). ([Catholic365][7])
6. Blog Verbum, The Vulgate: Saint Jerome’s Legacy, [https://blog.verbum.com/2023/10/vulgate-saint-jerome/](https://blog.verbum.com/2023/10/vulgate-saint-jerome/). ([Verbum Blog][8])