Litani Santa Perawan Maria

Litani Santa Perawan Maria
Maria sebagai Teotokos, dihormati Gereja Katolik pada tempat tertinggi, bukan disembah. Namun, pusat penghornatan itu sendiri adalah Kristus atau Kristosentris.  Ist.
Oleh Cosmas Damianus Baptista 

Litani Maria selalu bersifat kristosentris. Semua penghormatan kepada Maria pada akhirnya mengarah kepada Kristus, Putra yang dikandung, dilahirkan, dan diserahkannya kepada dunia.

Dalam khazanah doa Gereja Katolik, "Litani Santa Perawan Maria" yang paling dikenal sebagai Litani Loreto yang menempati tempat istimewa. 

Doa ini tidak lahir dari satu peristiwa tunggal, melainkan tumbuh dari iman umat yang merenungkan misteri Maria dalam terang Kristus. 

Litani Santa Perawan Maria adalah doa pujian, permohonan, dan kontemplasi yang dirangkai dalam seruan-seruan singkat, padat, dan berulang, mengajak umat masuk ke dalam irama doa yang hening sekaligus mendalam.

Asal-usul dan makna Litani Maria

Litani Loreto berkembang secara luas pada abad ke-16 dan mendapatkan pengakuan resmi Gereja melalui Takhta Suci

Disebut “Loreto” karena doa ini dipopulerkan di Basilika Santa Casa di Loreto, Italia, sebuah tempat ziarah penting yang terkait erat dengan devosi kepada Maria. Sejak saat itu, litani ini menjadi bagian dari tradisi doa Gereja universal.

Struktur litani sangat khas. Umat memanggil Maria dengan gelar-gelar yang bersumber dari Kitab Suci, Tradisi Gereja, dan refleksi teologis sepanjang abad: Bunda Kristus, Bunda Gereja, Bejana Rohani, Menara Daud, Pintu Surga, Ratu Para Rasul, dan seterusnya. Gelar-gelar ini bukan sekadar pujian puitis, melainkan pengakuan iman akan peran Maria dalam sejarah keselamatan. 

Litani Maria selalu bersifat kristosentris. Semua penghormatan kepada Maria pada akhirnya mengarah kepada Kristus, Putra yang dikandung, dilahirkan, dan diserahkannya kepada dunia.

Litani Maria dalam kehidupan doa Gereja

Dalam praktik Gereja Katolik, Litani Santa Perawan Maria tidak terikat pada satu waktu liturgis yang kaku, tetapi digunakan dalam berbagai konteks doa, baik liturgis maupun devosional.

Litani ini paling sering didoakan pada bulan Mei dan Oktober, dua bulan yang secara tradisional didedikasikan bagi devosi Maria. Pada bulan Mei, litani kerap menjadi bagian dari doa Rosario bersama, baik di gereja, kapel, maupun lingkungan umat. Bulan Oktober, yang dikenal sebagai Bulan Rosario, juga menjadi waktu istimewa bagi umat untuk mendaraskan litani ini sebagai penutup doa Rosario.

Selain itu, Litani Maria sering didoakan dalam adorasi Sakramen Mahakudus, khususnya pada saat-saat permohonan dan syafaat. Dalam konteks ini, litani berfungsi sebagai doa umat yang menyerahkan harapan, kegelisahan, dan pergulatan hidup kepada Allah melalui perantaraan Maria.

Dalam perarakan atau prosesi misalnya pada pesta Maria, ziarah, atau perayaan khusus paroki; litani juga kerap dilantunkan secara responsorial. Pola seruan dan jawaban membuatnya mudah diikuti umat, sekaligus menciptakan suasana doa bersama yang kuat dan menyatukan.

Kesempatan khusus dan situasi pastoral

Litani Santa Perawan Maria juga banyak digunakan dalam situasi pastoral tertentu. Dalam masa-masa krisis, bencana, atau pergumulan sosial, litani menjadi doa pengharapan. Gelar Maria sebagai "Penghibur orang susah" dan "Penolong orang Kristen" memberi bahasa iman bagi umat yang sedang mencari kekuatan.

Dalam pembinaan iman, terutama di komunitas basis, biara, seminari, dan sekolah Katolik, litani dipakai sebagai sarana katekese. Melalui pengulangan gelar-gelar Maria, umat diajak mengenal siapa Maria menurut iman Gereja, bukan menurut imajinasi atau devosi yang berlebihan. Litani membantu menata devosi agar tetap sejalan dengan ajaran resmi Gereja.

Dalam doa pribadi, litani sering menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan doa sederhana namun mendalam. Ritme repetitifnya menolong pendoa masuk ke dalam suasana meditasi, terutama ketika kata-kata sendiri terasa tidak cukup untuk mengungkapkan isi hati.

Doa umat yang bersifat komunal

Salah satu kekuatan utama Litani Santa Perawan Maria adalah sifatnya yang komunal. Doa ini hampir selalu didoakan bersama, entah dalam kelompok kecil atau perayaan besar. Jawaban umat yang berulang "doakanlah kami" menegaskan kesadaran bahwa Gereja adalah persekutuan orang-orang beriman yang berjalan bersama, saling menopang, dan saling mendoakan.

Dalam konteks ini, Maria dihadirkan bukan sebagai figur yang jauh dan tak tersentuh, melainkan sebagai Bunda yang berjalan bersama Gereja. Litani menjadi jembatan antara iman pribadi dan iman Gereja, antara pergumulan individu dan harapan bersama umat Allah.

Didoakan Gereja Katolik dalam berbagai konteks

Litani Santa Perawan Maria didoakan Gereja Katolik dalam berbagai konteks: devosi bulanan, adorasi, prosesi, situasi pastoral, hingga doa pribadi dan komunal. Di setiap kesempatan itu, litani bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ungkapan iman yang hidup. Gereja memanggil Maria dengan banyak gelar bukan untuk meninggikannya terpisah dari Kristus, melainkan untuk memuliakan karya Allah yang nyata dalam dirinya.

Dalam litani itu, umat belajar satu hal yang mendasar: beriman bukan hanya soal berkata-kata kepada Allah, tetapi juga membiarkan diri dibentuk oleh ritme doa, oleh kenangan akan karya keselamatan, dan oleh harapan yang dititipkan kepada Bunda yang setia menemani perjalanan Gereja sepanjang zaman.

Litani Santa Perawan Maria (Litani Loreto)

Tuhan, kasihanilah kami.

Tuhan, kasihanilah kami.


Kristus, kasihanilah kami.

Kristus, kasihanilah kami.


Tuhan, kasihanilah kami.

Tuhan, kasihanilah kami.


Kristus, dengarkanlah kami.

Kristus, dengarkanlah kami.


Kristus, kabulkanlah doa kami.

Kristus, kabulkanlah doa kami.


Allah Bapa di surga,

kasihanilah kami.


Allah Putra, Penebus dunia,

kasihanilah kami.


Allah Roh Kudus,

kasihanilah kami.


Allah Tritunggal Mahakudus,

kasihanilah kami.


Santa Maria,

doakanlah kami.


Santa Bunda Allah,

doakanlah kami.


Santa Perawan dari segala perawan,

doakanlah kami.


Bunda Kristus,

doakanlah kami.


Bunda Gereja,

doakanlah kami.


Bunda rahmat ilahi,

doakanlah kami.


Bunda yang murni,

doakanlah kami.


Bunda yang suci,

doakanlah kami.


Bunda yang tetap perawan,

doakanlah kami.


Bunda yang tak bernoda,

doakanlah kami.


Bunda yang terkasih,

doakanlah kami.


Bunda yang patut dimasyhurkan,

doakanlah kami.


Bunda Pencipta,

doakanlah kami.


Bunda Penebus,

doakanlah kami.


Bunda Kebijaksanaan,

doakanlah kami.


Perawan yang amat bijaksana,

doakanlah kami.


Perawan yang patut dimuliakan,

doakanlah kami.


Perawan yang patut dipuji,

doakanlah kami.


Perawan yang berkuasa,

doakanlah kami.


Perawan yang murah hati,

doakanlah kami.


Perawan yang setia,

doakanlah kami.


Cermin keadilan,

doakanlah kami.


Tahta kebijaksanaan,

doakanlah kami.


Sumber sukacita kami,

doakanlah kami.


Bejana Rohani,

doakanlah kami.


Bejana mulia,

doakanlah kami.


Bejana kebaktian sejati,

doakanlah kami.


Bunga mawar mistik,

doakanlah kami.


Menara Daud,

doakanlah kami.


Menara gading,

doakanlah kami.


Rumah emas,

doakanlah kami.


Tabut Perjanjian,

doakanlah kami.


Pintu surga,

doakanlah kami.


Bintang fajar,

doakanlah kami.


Kesehatan orang sakit,

doakanlah kami.


Perlindungan orang berdosa,

doakanlah kami.


Penghibur orang susah,

doakanlah kami.


Penolong orang Kristen,

doakanlah kami.


Ratu para malaikat,

doakanlah kami.


Ratu para bapa bangsa,

doakanlah kami.


Ratu para nabi,

doakanlah kami.


Ratu para rasul,

doakanlah kami.


Ratu para martir,

doakanlah kami.


Ratu para pengaku iman,

doakanlah kami.


Ratu para perawan,

doakanlah kami.


Ratu semua orang kudus,

doakanlah kami.


Ratu yang dikandung tanpa noda dosa,

doakanlah kami.


Ratu yang terangkat ke surga,

doakanlah kami.


Ratu Rosario Suci,

doakanlah kami.


Ratu keluarga,

doakanlah kami.


Ratu perdamaian,

doakanlah kami.


Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,

sayangilah kami, ya Tuhan.


Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,

kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.


Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,

kasihanilah kami, ya Tuhan.


℣. Doakanlah kami, ya Santa Perawan Maria.

℟. Supaya kami pantas menerima janji Kristus.


Doa Penutup


Marilah kita berdoa:


Ya Allah,

Engkau telah menganugerahkan keselamatan kekal kepada umat manusia

melalui perantaraan Putra-Mu dan Santa Perawan Maria.

Semoga kami yang menghormati Maria

dan memohon perlindungannya

dengan bantuan doanya

beroleh keselamatan kekal

dan menikmati kebahagiaan surgawi.


Demi Kristus, Tuhan kami.

Amin.



Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org