Mengulas sosok Yohanes Markus, Penulis Injil Pertama

Mengulas sosok Yohanes Markus, Penulis Injil Pertama
Injil Yohanes Markus ditujukan umat kristiani di Roma yang tidak tahu bahasa Aram. Ist.

Oleh P. Antonius Widada, CP

Mengulas sosok Yohanes Markus, penulis Injil pertama, latar belakang hidupnya, ciri khas Injil Markus, serta pesan iman tentang penerimaan, pertobatan, dan kesetiaan dalam komunitas kristiani. Yuk, melihat sosoknya! 

Yohanes Markus? 

Ia, yang oleh para ahli Kitab Suci disamakan dengan Markus, pengarang Injil pertama. 

- Ia disamakan dengan Markus, penulis Injil pertama. Injil yang yang tertua ditulis kira2 tahun 65 Masehi oleh Yohanes Markus. 

Baca Kitab Suci Katolik

- Ibunya tinggal di Jerusalem dan menjadi tempat berkumpulnya orang beriman ( Kisah 12:12).

- Markus disebut sebagi pelayan Barnabas dan Paulus (Kis 12:25).

- Markus sebagai sepupu Barnabas (Kol 4:10).

- penolong Paulus dan Barnabas dalam misi pertama di Antiokhia ( Kis 13:5).

- Ia tidak meninggalkan Barnabas dan Paulus dalam perjalanan misi ke Pampilia (Kis 15:38), mungkin saja kecewa karena pewartaan di Siprus gagal total, dan banyak diganggu iblis ( 13:4-12).

Baca Johann Eck dan Fondasi Teologisnya dalam Melawan Martin Luther

- Menjadi sebab perselisihan antara Paulus dan Barnabas, mungkin dianggap tidak setia dalam penderitaan ( Kis 15:39) oleh Paulus tetapi Barnabas tetap ingin membawanya. 

- akhirnya, Paulus menerimanya kembali sebagai sekretaris Petrus ( Flm 1:24, 2 Tim 4:11). 

- pengalamannya dituangkan dalam Injil pertama yg ditulis sekitar tahun 55-59.

- ia menulis dalam Injilnya tentang seorang pemuda  yang lari telanjang, pakaiannya mungkin ditarik oleh serdadu Romawi, ketika Yesus ditangkap ( Mrk 14:51-52). Bahwa indikasi itu menyatakan pengalaman sang penulis Injil sendiri sebagai pengikut Kristus. 

Bagaimana Injil Markus? 

a) Injilnya ditujukan umat kristiani di Roma yang tidak tahu bahasa Aram. Maka banyak istilah Aram yang dijelaskan misalnya: 

- boanerges= anak guruh ( Mrk 3:17), 

- talita kum" ( hai anak/ nona anak Yairus) bangkitlah, Mrk 5:41),  

- efata" = terbukalah ( Mrk 7:34),  

- Getsemani , Taman pemerasan minyak zaitun (Mrk 14: 32), 

- Golgota, bukit tengkorak ( Mrk 15:20), 

- Eloi, Eloi, Lema Sabakhtani = Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Ekau meninggalkan Aku ( Mrk 15:34), dll. 

b) Markus menampilkan Tuhan Yesus yang banyak bekerja daripada berkhotbah. 

Hal itu nampak sekilas dalam Markus 1: 29-39:

1) Yesus tampil sebagai Mesias   dengan kuasa:

- mengajar dan mewartakan Kerajaan Allah sudah datang

- menyembuhkan orang sakit 

- mengusir setan - iblis

2) Mukjizatnya sebagai bukti bahwa Kerajaan Allah sudah datang. 

3) Mesias yang dibawakan oleh Yesus adalah Mesias menderita untuk silih dosa. 

4) Markus mewartakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang menderita:

- Anak Allah disebut dlm 11 ayat. 

- Yang terpenting, bahwa sebutan Anak Allah sebagai kerangka Injil Markus: 

- a) judul Injil Mrk 1:1, 

- b) pengakuan oleh Allah Bapa sendiri dalam penampakan ( transfigurasi) di atas bukit ( Mrk 11:3) 

- c) pengakuan kepala pasukan Romawi ( Mrk 15:39).

- penginjil pertama ini memberi catatan bahwa  banyak orang termasuk para murid- Nya lamban untuk mengerti hal itu. 

Pesan untuk kita

- Saulus awalnya juga menolak Yohanes Markus bergabung dalam komunitasnya, karena dirasa tidak setia dalam pelayanan yang gagal. Tetapi kemudian menerima nya lagi. Dan Markus menjadi penulis Injil pertama, sebagai ungkapan imanya akan Yesus Kristus yang menderita dan mati disalib. 

Baca Johann Eck dan Fondasi Teologisnya dalam Melawan Martin Luther

- Kita tidak bahagia dan ketakutan,  karena terlalu berpikir keburukan orang lain. 

- Untuk kebaikan komunitas / lingkungan, beranikah kita menerima saudara-i kita yang punya stikma "buruk", gagal di masa lalu, masih dalam proses bertransformasi diri? Kalau Anda mau menerimanya dengan tulus, engkaulah Barnabas, manusia rohani  modern yang membawa dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org