Santo Ireneus dan Keutamaan Gereja Roma
| Santo Ireneus dan Keutamaan Gereja Roma. Hanya Katolik yang mengenal santo. Ilustrasi byDante IT. |
Santo Ireneus (Irenaeus) lahir sekitar tahun 130 M di Lugdunum (sekarang Lyon, Prancis). Ia adalah murid dari Polikarpus, yang sendiri adalah murid Rasul Yohanes, sehingga Ireneus memiliki garansi langsung terhadap warisan apostolik.
Ireneus hidup di abad kedua, saat Gereja masih muda dan menghadapi gelombang ajaran sesat yang dikenal sebagai gnostikisme. Yakni ajaran yang memutarbalikkan Injil, memisahkan jiwa dari tubuh, dan menafsirkan Kristus secara mistis jauh dari kebenaran para Rasul.
Kesatuan Gereja menjadi kunci
Dalam dunia yang rapuh ini, kesatuan Gereja menjadi kunci untuk mempertahankan iman murni. Banyak komunitas Kristen terpecah, dan ancaman terhadap kesetiaan ajaran sangat nyata.
Di tengah badai ini, Gereja Roma berdiri sebagai mercusuar kebenaran, tempat suci yang dijaga dan diwariskan langsung oleh Rasul Petrus dan Paulus.
Berikut contoh pernyataan St. Irenaeus:
Bahasa Asli Yunani (disederhanakan dari teks yang tersedia):
"πρέπει οὖν ἡμᾶς ἐπιτηδεύειν τὴν μεγάλην ἐκκλησίαν, ἣν ἔχουσα τὴν ἀρχὴν τὴν πρωτεύουσαν, ἡ ἐν Ῥώμῃ, ἐν ᾗ καὶ Πέτρος καὶ Παῦλος εὐαγγελίσαντο."
Teks Latin (versi Jerome, Adversus Haereses III.3.2):
"Oportet igitur nobis observare ecclesiam magnam, quae praecipua auctoritate praedita est, id est, eam quae est Romae, in qua et Petrus et Paulus evangelium annuntiaverunt."
Terjemahan Harfiah Bahasa Indonesia:
"Oleh karena itu, kita harus memperhatikan Gereja yang besar, yang dianugerahi otoritas tertinggi, yaitu Gereja yang berada di Roma, di mana Petrus dan Paulus mengabarkan Injil."
Bayangkan dunia di abad kedua:
ombak ajaran sesat menghantam iman umat, komunitas Kristen tersebar dan terancam tercerai-berai.
Roma muncul sebagai benteng suci
Di sinilah Roma muncul sebagai benteng suci, cahaya yang tak pernah padam, di mana garis suksesi apostolik dari Petrus dan Paulus menjaga kemurnian Injil.
Santo Ireneus, seperti ksatria iman, menegaskan kepada seluruh Gereja:
Roma adalah mercusuar kebenaran.
Uskup Roma bukan penguasa duniawi, tetapi penjaga garis suci para Rasul.
Semua gereja lain harus memperhatikan Roma, bukan karena kekuasaan manusia, tetapi demi iman yang tak tergoyahkan dalam Kristus Sang Raja sejati.
Dengan kata-kata ini, Ireneus menancapkan panji keberanian dan kesetiaan di tengah badai zaman, memanggil semua umat untuk bersatu di bawah cahaya Roma, sumber otoritas apostolik yang tetap bersinar sampai hari ini.